Padahal seorang IBU juga manusia BIASA🥹🥺🥀

2025/9/13 Diedit ke

... Baca selengkapnyaJujur, dulu sebelum punya anak aku sering lihat gambar seorang ibu yang lelah di internet dan mikir, “Se-lelah itu ya jadi ibu?” Tapi setelah jadi ibu sendiri, baru kerasa banget maksud dari kata pengorbanan seorang ibu. Capeknya itu bukan cuma soal fisik, begadang, atau tubuh yang pegal. Ada lelah di hati yang kadang susah dijelasin: rasa takut kalau anak sakit, rasa bersalah kalau kita marah, sampai rasa hampa saat lagi sendirian karena semua energi habis buat ngurus keluarga. Makanya, waktu aku lihat ilustrasi ibu memeluk dua anaknya dengan mata terpejam, rasanya kayak bercermin. Ada rasa lelah, tapi di dalam pelukan itu juga ada tenang. Menurutku, pengorbanan seorang ibu seringkali nggak kelihatan. Orang lain cuma lihat hasilnya: rumah rapi, anak terurus, suami siap makan. Tapi mereka nggak lihat momen diam-diam nangis di kamar mandi, atau nahan emosi saat badan dan pikiran udah sama-sama lelah. Kadang aku cuma ingin diakui, “Ibu juga manusia biasa.” Bukan superwoman yang selalu kuat. Kalau kamu juga lagi di fase lelah seorang ibu, ini beberapa hal kecil yang aku lakukan supaya nggak runtuh sendiri: 1. Mengakui kalau aku capek. Bukan berarti nggak sayang anak. Justru karena sayang, aku belajar jujur sama diri sendiri. Kadang aku bilang pelan, “Aku capek, tapi aku tetap sayang kalian.” Rasanya lebih lega. 2. Memeluk anak tanpa alasan. Ada kalanya aku cuma duduk, tarik napas dalam-dalam, lalu peluk anak erat-erat, seperti di gambar pengorbanan seorang ibu yang kita sering lihat. Di situ aku merasa diisi ulang. Mereka memang sumber lelah, tapi juga sumber tenaga. 3. Minta bantuan tanpa merasa gagal. Ini yang paling sulit. Dulu aku merasa harus bisa semuanya. Sekarang, kalau benar-benar nggak sanggup, aku minta tolong: entah ke pasangan, orang tua, atau teman dekat. Ibu yang minta bantuan bukan ibu yang lemah. 4. Menyisihkan waktu sebentar untuk diri sendiri. Bahkan 10–15 menit buat mandi dengan tenang, minum kopi hangat, atau sekadar scroll media sosial tanpa distraksi, itu berharga banget. Di momen itu aku mengingatkan diri sendiri kalau aku bukan hanya “ibu”, tapi juga manusia dengan perasaan dan kebutuhan. Buat kamu yang sering cari gambar pengorbanan seorang ibu dan mungkin lagi diam-diam berjuang, semoga kamu tahu kalau rasa lelahmu valid. Kamu boleh istirahat. Kamu boleh nangis. Kamu boleh mengakui kalau semua ini berat. Dan buat siapapun yang punya ibu, mungkin setelah baca ini kamu bisa peluk ibumu lebih erat. Kadang satu pelukan dan ucapan sederhana seperti, “Terima kasih ya, Bu,” bisa jadi obat paling ampuh untuk lelah seorang ibu yang selama ini mereka simpan rapat-rapat.