Hari ini aku sempat bingung, mau kasih menu apa lagi biar Dedek nggak bosan. Lalu kepikiran, kenapa nggak coba bikin versi lembut dari makanan keluarga? Akhirnya jadilah bubur sop ayam 🍲
Awalnya agak ragu, takut si kecil nggak familiar dengan rasanya. Tapi ternyata… setiap suapan bikin dia mangap lagi dan lagi 🥹💕 Rasanya kayak momen makan bersama keluarga, cuma kali ini dalam bentuk bubur lembut khusus buatnya.
Menu ini juga jadi favorit aku karena aromanya hangat, sayurnya lengkap, dan gampang banget dimakan. Jadi nggak cuma bikin kenyang, tapi juga bikin hati hangat.
👉 Moms, ada yang pernah coba bikin sop ayam jadi bubur buat MPASI juga? Gimana reaksi si kecil?
... Baca selengkapnyaBeberapa hari pertama MPASI, aku sering kehabisan ide menu yang nggak bikin dedek bosan tapi tetap bernutrisi. Dari situ tercetus bikin bubur sop ayam versi lembut, mirip masakan keluarga, tapi teksturnya sudah disesuaikan untuk bayi.
Untuk bahan, aku pakai komposisi yang kurang lebih seperti di foto: 1 telur puyuh, sekitar 35 gr dada ayam tanpa kulit, 10 gr kacang merah, 10 gr wortel, 75 gr kentang, bumbu aromatik, air, dan sedikit minyak untuk menumis. Menurutku kombinasi ini cukup lengkap: ada protein hewani dari ayam dan telur puyuh, serat dan karbo dari kentang, plus nutrisi tambahan dari kacang merah dan wortel.
Langkah masaknya kurang lebih begini versi aku:
1. Tumis dulu bumbu aromatik dengan sedikit minyak di wajan sampai harum. Di rumah, biasanya aku pakai bawang putih atau bumbu yang memang sudah disesuaikan untuk MPASI.
2. Masukkan dada ayam yang sudah dipotong kecil-kecil, aduk sampai warnanya berubah dan agak matang.
3. Tambahkan air secukupnya, lalu masukkan kacang merah, kentang, dan wortel. Semua aku potong kecil supaya cepat empuk.
4. Setelah sayuran mulai lembut, baru aku tambah telur puyuh. Masak pelan-pelan sampai teksturnya sudah mirip sop yang kental.
5. Kalau sudah matang, aku blender sampai halus, lalu saring lagi supaya benar-benar jadi bubur lembut.
Biasanya satu kali masak bubur sop ayam ini bisa jadi tiga porsi kecil. Satu porsi langsung aku sajikan buat sarapan, dua porsi lainnya aku simpan di wadah kaca dan masuk kulkas buat makan siang dan sore. Cara ini lumayan banget buat hemat waktu, tapi tetap terasa seperti makanan rumahan yang hangat.
Pengalaman aku, dedek suka banget sama bubur sop ayam ini karena aromanya kayak masakan keluarga, bukan seperti makanan bayi yang hambar. Setiap suapan dia mangap lagi dan lagi, bikin aku makin semangat eksplor menu baru. Kalau moms mau coba, tinggal sesuaikan konsistensi buburnya dengan kemampuan ngunyah si kecil dan pastikan semua bahan sudah matang sempurna.
Kalau di rumah moms biasa masak sop ayam, versi buburnya ini bisa jadi alternatif MPASI yang enak dan praktis banget. Tinggal ubah teknik masak dan teksturnya, hasilnya bubur sop ayam yang yummy dan siap menemani perjalanan MPASI hari demi hari.