Doa dalam rindu
Kadang aku tersenyum, bukan karena bahagia…
tapi karena lelah menjelaskan kenapa aku sedih.
Rasanya aneh ya, ketika orang yang paling kita sayang justru jauh di sana. Kadang bukan jaraknya yang bikin sesak, tapi momen-momen kecil yang dulu biasa dilakukan bareng, sekarang cuma bisa dikenang. Aku sendiri sering merasa capek menjelaskan ke orang lain kenapa aku sedih, jadi pelan-pelan aku belajar menjadikan rindu sebagai doa. Biasanya kalau lagi kangen berat, aku baca doa sederhana seperti: "Ya Allah, jagalah dia di sana. Lindungi langkahnya, tenangkan hatinya, jauhkan dari hal-hal yang bisa menyakitinya. Kalau kami memang dijaga oleh jarak, biarlah rindu ini menjadi pengingat bahwa kami masih saling mendoakan." Untuk orang tersayang yang jauh, entah itu keluarga, sahabat, atau pasangan, aku suka selipkan doa: "Ya Allah, kirimkan rasa tenang ke hatinya. Jika hari-harinya melelahkan, semoga Kau beri dia kekuatan. Jika dia merasa sendirian, semoga Kau ingatkan bahwa ada aku yang selalu menyebut namanya dalam doa." Kalau doa untuk kekasih yang jauh, biasanya lebih personal: "Ya Allah, jagalah dia dalam setiap perjalanan. Jaga matanya dari hal-hal yang tidak baik, jaga hatinya agar tidak tersesat. Bila kami berjodoh, kuatkan kami melalui jarak dan waktu. Bila tidak, jadikan rindu ini tetap bermanfaat sebagai pengingat bahwa aku pernah tulus." Sedangkan untuk sahabat yang jauh di sana, doanya sering seperti ini: "Ya Allah, untuk sahabatku yang kini sedang berjuang di tempat yang jauh, berilah dia kesehatan, rezeki yang berkah, dan lingkungan yang baik. Meski kami jarang bertemu, jangan putuskan persahabatan ini. Biarkan kami tetap saling dukung lewat doa." Kadang aku juga menuliskan doa-doa ini seperti lirik project musik kecil-kecilan, semacam "Doa dalam Rindu" versi aku sendiri. Misalnya: "Jika jarak harus ada di antara kita, biarlah doa yang merapatkan rasa. Meski tak saling tatap dan jumpa, namamu tetap kusebut dalam tiap jeda." Buat kamu yang lagi rindu seseorang yang jauh, nggak apa-apa kalau kamu nggak bisa menjelaskan sedihmu ke orang lain. Kamu bisa mulai dengan menyusun doa yang paling jujur dari hati. Tulis di catatan ponsel, di buku harian, atau jadikan lirik lagu kecil sebagai "project musik" pribadimu. Yang penting, rindu itu tidak hanya membuatmu sakit, tapi juga jadi jalan untuk lebih dekat kepada Tuhan dan kepada dirimu sendiri. Pelan-pelan aku sadar, kita mungkin tidak bisa mengatur jarak, tapi kita selalu bisa memilih untuk mendoakan. Dan seringnya, doa diam-diam itu justru yang paling tulus.