Memanah Sunyi Di Dalam Diri
Aku berdiri di antara dingin dan cahaya,
menarik busur dari sisa-sisa air mata yang tak sempat jatuh.
Anak panah ini tak kutujukan ke arah luar,
ia melesat ke dalam—menembus sedih, lalu mengajarkanku ikhlas.
Jika kesedihan adalah medan perang,
maka hari ini aku memilih menjadi pemenang atas diriku sendiri.

















































