JUJUR SAKIT HATI DIBILANG PELIT PADA DIRI SENDIRIš¤
Hai sobat Lemon8 šš„ŗ
Waktu jemput anak sekolah aku diajak makan dan kumpul bareng,tapi ini bukan traktiran ya..
Kita cuma kumpul aja seru²an bincang sana sini,,
Tapi,karena keuanganku sedang tidak memadai untuk happy² waktu itu,jadi aku menolak ajakan mereka dengan halus..
Aku bilang kalo aku tengah masak (memang waktu itu aku sedang masak dan belum kelar)
Tapi,mereka memaksa dan salah satu dari temenku ini ada yang menimpali
"Kamu itu terlalu pelit pada diri sendiri loh,masak makan bareng aja gak mau,hidup itu jangan terlalu irit" katanya
Dan entah karena aku yang sensitif atau gimana kalimat itu serasa menusuk hatiku š
Aku sakit hati dibilang pelit pada diri sendiri..
Tapi,aku berusaha menenangkan diri,lalu berpamitan untuk pulang duluan.
Di tengah jalan akupun mikir...
APA IYA AKU TERLALU PELIT PADA DIRI SENDIRI??
Tapi,setelah aku mengingat semuanya hatiku menolak..
Karena AKU BUKAN PELIT
AKU CUMA BERUSAHA MENGELOLA KEUANGAN DENGAN BAIK untuk tidak mengecewakan suamiku sebagai satu²nya sumber penghasilan dalam Rumah Tangga kami š„²
⨠Apa kalian pernah dibilang begini juga?
#TentangKehidupan #JujurAja #IRTAwards #BudeLemon8 #TipsLemon8
Jujur, kalimat "kamu pelit sama diri sendiri" itu kadang rasanya lebih nyelekit daripada dimarahin langsung. Apalagi kalau kita sebenarnya lagi berusaha banget buat bijak mengelola keuangan, bukan pelit. Buat aku, ada bedanya banget antara pelit, irit, dan memang lagi harus hemat. Pelit itu biasanya identik dengan orang yang sulit mengeluarkan uang, bahkan untuk hal-hal yang penting, tapi berharap banyak dari orang lain. Sementara hemat atau irit lebih ke cara kita mengatur prioritas. Aku sendiri lebih nyaman nyebut diriku "bijak mengelola keuangan" dibanding dibilang pelit. Apalagi sebagai IRT dengan 4 anak, semua pengeluaran harus benar-benar dipikirin matang. Kalau kalian pernah dibilang pelit, apalagi sampai kena sindiran halus, coba cek diri pakai beberapa pertanyaan: - Aku benar-benar nggak mau keluar uang, atau cuma lagi jaga budget? - Yang diajak itu keperluan penting atau cuma nongkrong yang bisa ditunda? - Keuangan rumah tangga lagi stabil atau memang lagi seret banget? Kadang orang luar cuma lihat kita nolak ajakan makan atau hangout, tapi mereka nggak lihat ada struk belanja bulanan, cicilan, kebutuhan anak, sampai dana darurat yang harus dijaga. Kayak di gambar struk Grassroots Cafe itu, sekali nongkrong bisa habis Rp 76.000. Kalau sebulan kejadian 3ā4 kali, itu sudah bisa jadi uang belanja mingguan. Kalimat sindiran buat orang pelit juga sering bikin baper, misalnya: "Masa traktir aja nggak mau", atau yang halus kayak, "Hidup itu dinikmati, jangan pelit gitu." Dulu aku sering kepikiran, tapi sekarang aku belajar pasang batas. Menolak ajakan bukan berarti nggak sayang teman. Kita cuma lagi sayang sama kondisi keuangan sendiri. Kalau kalian tipe yang "aku suka memberi tapi tidak suka diminta", itu juga wajar. Ada orang yang lebih nyaman ngasih dari hati, bukan karena ditodong atau disindir. Misalnya, kita senang bawain cemilan buat teman atau bayarin adek jajan, tapi nggak nyaman kalau ada yang terang-terangan minta dibayarin. Cara aku menghadapi sindiran halus tentang pelit: 1. Senyum dulu, jangan langsung defensif. 2. Jawab pelan: "Aku lagi ngatur budget, maaf ya, belum bisa ikut dulu." 3. Ingat lagi tujuan keuangan: mau rumah tangga aman, nggak mau nyusahin suami, dan nggak mau stres di akhir bulan. Self-love juga nggak harus selalu keluar uang besar atau nongkrong di kafe. Bisa banget dinikmati dengan cara yang lebih hemat: bikin kopi sendiri di rumah, nonton drakor, maskeran, atau jalan kaki sore sambil dengerin musik. Kita tetap berhak bahagia tanpa harus memaksakan diri ikut semua ajakan teman. Jadi kalau suatu hari ada yang kasih kata sindiran buat orang pelit, coba tarik napas dan ingat: kamu yang paling tahu kondisi dompetmu. Pelit sama diri sendiri itu kalau kamu sengaja menyiksa diri padahal mampu. Tapi kalau kamu lagi berjuang mengelola keuangan dengan bijak, itu justru bentuk sayang sama diri sendiri dan keluarga.



menyesuaikan sikon aja kk.. klo sikon keuangan emng lg ngepres apa boleh buat.. n saat keuangan longgar, apresiasi diri, krna kita punya hak, nafkah itu tersendiri, hak milik kita. sedangkn kperluan biaya rumah tangga itu berbeda. soal pertemanan, bodo amit, mereka bilang pelit/gimana, toh yg tau sikon rumah tangga ya anggota rumah tangga itu sendiri, bkn org lain.