Mengenal Alphabet

#KeseharianKu lainnya selain suka bikin konten review makanan #jajanonlinelagi . ya sebagai IRT yang sudah resign 3 tahun lamanya ya dampingi tumbuh kembang anak.

Saat ini lagi pengenalan alphabet per satu2 huruf alasannya sih agar anak kenal dulu aja sih. karena anak juga belum sekolah jadi setidaknya ketika udah sekolah nanti ga begitu kaget liat huruf2 atau angka2.

Kira-kira untuk anak kinestetik audiotori gini ada yang punya metode jitu ga biar anak cepet nangkep belajarnya?

#Lemon8 #lemon8irt #fikakrnwt

2025/10/21 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai IRT yang lagi fokus nemenin tumbuh kembang anak, aku pelan-pelan mulai kepikiran buat ngenalin bahasa asing juga, salah satunya bahasa Jerman. Bukan yang langsung belajar grammar ribet, tapi lebih ke ngenalin bunyi-bunyi kata dan hurufnya dulu, sambil jalan bareng proses belajar alphabet. Awalnya aku cari tahu dulu bedanya pengucapan huruf di bahasa Jerman dan bahasa Indonesia. Misalnya huruf "A" yang bunyinya kadang agak beda, atau cara baca beberapa kata pendek seperti "Mutter" (ibu), "Sonne" (matahari), dan "Mond" (bulan). Kebetulan di gambar mainan anak ada tulisan mirip "Matahan" dan "Sun" yang mengingatkan aku buat mulai ngenalin istilah matahari dan bulan dalam beberapa bahasa. Jadi pas main tebak-tebakan gambar matahari dan bulan, aku selipin kata dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan sedikit Jerman, tapi tetap santai dan nggak maksa. Karena anakku cenderung kinestetik audiotori, aku coba kombinasikan belajar huruf sama bahasa Jerman lewat aktivitas fisik dan suara. Contohnya: - Main lompat-lompat di lantai sambil sebut huruf: setiap huruf yang disebut, aku tambahin satu kata sederhana dari bahasa Jerman. Misalnya lompat di huruf "M" sambil bilang "Mond". - Pakai kartu huruf warna-warni: satu sisi huruf alphabet, sisi lain ada gambar matahari, bulan, sabun, dll. Aku bikin permainan "cari matahari" dan pas ketemu kartu bergambar matahari, aku sebut "Sonne" pelan-pelan. - Nyanyian sederhana: aku bikin lagu sendiri, misalnya lagu tentang "matahari" dan "bulan" dengan lirik campuran bahasa Indonesia dan satu dua kata Jerman. Yang penting nadanya ceria dan gampang diingat. Aku juga nggak menargetkan anak langsung fasih. Tujuanku cuma biar dia terbiasa dengar bunyi-bunyi kata asing sambil tetap fokus kenal huruf dan angka. Saat baca buku bergambar sebelum tidur, aku kadang ulang beberapa kata Jerman yang sebelumnya sudah disebut waktu main, jadi ada pengulangan audiotori. Yang paling kerasa adalah belajar harus tetap fun buat anak. Kalau dia lagi nggak mood, aku stop dulu dan balik ke aktivitas lain kayak main peran, masak-masakan, atau baca buku biasa. Menurutku, untuk anak yang belum sekolah, yang penting sekarang itu rasa penasaran dan rasa senang dulu terhadap huruf, angka, dan bahasa. Kalau minatnya udah kebentuk, nanti pas masuk sekolah dan mulai belajar bahasa asing seperti bahasa Jerman, mereka nggak akan terlalu kaget. Kalau ada yang juga lagi cobain kenalin bahasa Jerman ke anak sambil belajar alphabet, bisa share cara kalian. Siapa tahu ada ide permainan baru yang cocok buat anak kinestetik audiotori kayak anakku.