KEBIASAAN PASANGAN
Pada masa pengenalan sebelum memutuskan menikah biasanya baik pria atau wanita masih jaim terhadap pasangannya.
Yang keliatan hanya kebiasaan yang indah indahnya saja.
Bisa dimaklumi karena belum tinggal satu atap 24 jam tinggal bersama setiap hari
Maka jangan heran jika setelah menikah nanti keliatan semua kebiasaan aslinya gak ada yg bisa ditutupi.
Bisa bikin terkaget kaget awalnya namun seiring waktu bisa terima karena pada saat memutuskan untuk ijab qabul di depan penghulu itu berarti kita telah siap menerima semua baik dan buruk pasangan.
Pengalaman saya pribadi setelah menikah memang terbuka mata tentang kebiasaan pasangan yang selama pacaran tidak terlihat. Misalnya, saya baru sadar bahwa suami saya sering mendengkur keras saat tidur, dan awalnya hal ini cukup mengganggu tidur saya. Selain itu, kebiasaan kecil seperti menaruh handuk basah di kasur atau merokok di kamar mandi ternyata juga ada, yang sebelumnya tidak saya ketahui. Hal-hal tersebut memang kadang membuat terkejut dan bahkan terasa kurang nyaman di awal. Namun, seiring waktu saya belajar untuk lebih memahami bahwa setiap orang pasti mempunyai kebiasaan unik yang tidak selalu sempurna. Kuncinya adalah komunikasi terbuka dan saling pengertian. Misalnya, saya mengajak suami berdiskusi tentang kebiasaan yang kurang nyaman agar bisa dicari solusi bersama tanpa menyakiti perasaan. Selain itu, penting juga untuk diingat bahwa menikah berarti menerima pasangan secara utuh, baik kelebihan maupun kekurangannya. Kebiasaan baru yang muncul setelah menikah bukanlah sesuatu yang harus dijadikan alasan untuk saling menyalahkan, melainkan kesempatan untuk belajar sabar dan beradaptasi. Saya juga mengajak pasangan untuk bersama-sama menciptakan kebiasaan baru yang positif, seperti menjaga kebersihan kamar mandi agar tidak merokok di sana dan memberi perhatian lebih terhadap kebersihan pribadi setelah buang air besar. Ketika kita saling mendukung, kebiasaan buruk perlahan bisa berubah menjadi rutinitas yang lebih baik. Dari pengalaman ini, saya berharap para pasangan yang baru menikah bisa lebih siap dan tidak kaget menghadapi kebiasaan asli pasangan mereka. Biarkan cinta dan pengertian menjadi fondasi kuat agar rumah tangga tetap harmonis, meskipun dengan segala kekurangan dan kebiasaan yang sering kali mengejutkan.
