... Baca selengkapnyaJujur ya, dulu aku sempat overthinking: "Aku yang terlalu manja atau emang wajar sih istri ngandelin suami?" Apalagi kalau lihat di sosmed, banyak istri yang kayaknya serba bisa, dari urus anak, kerja, sampai beresin semua pekerjaan rumah sendiri. Sementara aku, pasang gas, ganti galon, buang sampah, sampai belanja sayur aja sering nungguin suami.
Tapi makin ke sini aku sadar, tiap rumah tangga tuh punya bagiannya masing-masing. Misalnya di rumahku, urusan masak, cuci baju, beresin dalam rumah lebih banyak aku. Sedangkan suami kebagian hal-hal yang butuh tenaga lebih, kayak ganti galon, pasang gas, nyiram tanaman, nyapu halaman, dan buang sampah. Jadi bukan berarti aku nggak bisa, cuma kami emang bagi tugas biar sama-sama nggak kewalahan.
Kadang orang luar cuma lihat sekilas lalu nge-judge, "Istrinya manja banget sih, dikit-dikit suami." Padahal mereka nggak tahu, di balik itu ada komunikasi dan kesepakatan. Suami aku sendiri malah bilang, dia seneng kalau bisa bantu, karena itu cara dia nunjukkin sayang. Dari situ aku belajar, yang penting tuh bukan kelihatan mandiri di mata orang, tapi gimana kita dan pasangan sama-sama nyaman.
Buat kamu yang ngerasa sama kayak aku, IRT yang selalu mengandalkan suami, coba ngobrol baik-baik sama pasangan soal pembagian tugas. Nggak harus 50:50 persis, tapi yang penting adil dan bikin dua-duanya nggak capek sendiri. Kalau kamu lagi capek atau takut gas, galon, atau hal-hal yang menurut kamu agak ngeri, nggak apa-apa kok minta tolong. Bukan berarti kamu lemah, tapi kamu tahu batas diri.
Sekarang kalau ada yang bilang aku istri manja, aku senyum aja. Selama suami nggak keberatan dan kami sama-sama happy, ya sudah. Rumah tangga kan bukan ajang lomba siapa yang paling kuat, tapi gimana caranya jadi tim yang saling dukung. Kamu sendiri gimana? Lebih suka kerjain semua sendiri atau tipenya tim bareng suami juga?
saya juga seperti bunda di ratu kan suami tapi saya tetap melawan, saya kerjakan tgs sehari-hari sebelum di pegang oleh suami Bun,krnh saya takut jika suami saya sakit saya tdk bisa ngapa "in
saya juga seperti bunda di ratu kan suami tapi saya tetap melawan, saya kerjakan tgs sehari-hari sebelum di pegang oleh suami Bun,krnh saya takut jika suami saya sakit saya tdk bisa ngapa "in