Kadang jadi ibu tuh sibuknya bukan main — tapi diam aja pun kadang capek 😅
Kadang lelah, tapi bahagia juga.
Sekecil apa pun usahaku hari ini… tetap berarti 🌸
Ternyata “waras” itu bukan soal istirahat lama…
tapi soal gimana hati kita bisa tenang di tengah sibuk #CeritaFira #ibuberproses #realmomlife
Jujur, dulu aku kira supaya tetap waras sebagai ibu itu harus liburan lama, me time berjam‑jam, atau bisa tidur sepuasnya. Tapi setelah punya anak dan ngalamin sendiri hari‑hari yang super padat, aku sadar “waras” itu lebih ke gimana hati bisa tenang di tengah riweuh, bukan cuma soal istirahat fisik. Salah satu momen yang paling bikin aku merasa lega banget itu ketika anak-anak udah berangkat sekolah. Rasanya kayak bisa tarik napas panjang, istigfar pelan, terus memeluk diri sendiri sebentar. Kadang aku lihat foto atau gambar ibu memeluk anaknya dan langsung keinget momen saat mereka pamit sebelum berangkat. Pelukan singkat itu bikin aku merasa, “Oke, aku capek, tapi aku ibu yang sedang berproses, dan itu cukup.” Biasanya setelah mereka berangkat, aku punya ritual kecil supaya tetap waras: 1. Minum air hangat atau kopi/teh favorit sambil duduk tenang beberapa menit tanpa pegang HP. Cuma fokus ke napas sendiri. 2. Nulis singkat di notes: hari ini mau fokus ke apa, dan apresiasi sekecil apa pun usahaku kemarin. Misalnya: “Kemarin berhasil nggak marah pas anak tantrum”, atau “Hari ini cuma mau pastikan rumah rapi ala kadarnya, nggak harus sempurna.” 3. Dengarin satu lagu yang bikin hati adem atau dengerin murottal/podcast ringan sambil beres-beres pelan. Ilustrasi lelahnya seorang ibu itu bukan cuma soal badan pegal atau begadang, tapi juga soal rasa bersalah, overthinking, dan ngerasa nggak cukup. Aku sering banget ngerasa begitu. Tapi pelan-pelan aku belajar berdamai sama diri sendiri: - Ngaku kalau aku capek, bukan sok kuat terus. - Ngizinin diri sendiri istirahat 5–10 menit di tengah rutinitas, walau cuma rebahan sebentar. - Nerima kalau rumah nggak selalu rapi dan pekerjaan nggak selalu selesai semua. Kalau lagi benar-benar penat, aku suka peluk anak lebih lama. Ternyata pelukan itu bukan cuma nenangin mereka, tapi juga nenangin aku. Ada rasa hangat yang bikin hati lebih tenang, seakan diingatkan lagi kalau semua lelah ini ada maknanya. Buat kamu yang sekarang lagi ngerasa lelah tapi tetap berusaha jadi ibu yang hadir, ingat bahwa sekecil apa pun usahamu hari ini tetap berarti. Kita semua adalah ibu berproses. Tetap waras bukan berarti nggak pernah capek, tapi gimana kita bisa menemukan sedikit ruang lega di tengah sibuknya hari, dan terus melangkah pelan-pelan tanpa menghakimi diri sendiri.





















































Kalau kamu, versi “tetap waras di rumah”-nya kayak gimana? 😄 Ceritain di komentar, biar kita saling nyemangatin 💕