Qasim Sang Mahdi
Qasim Sang Mahdi adalah sebuah karya yang mengajak pembaca menelusuri salah satu fenomena paling kontroversial dan paling dibicarakan dalam kajian akhir zaman: Mubasyirāt—mimpi-mimpi benar yang datang sebagai kabar gembira dan peringatan dari Allah—melalui sosok Muhammad Qasim bin Abdul Karim dari Pakistan.
Sejak usia remaja, Qasim mengaku berulang kali bermimpi bertemu Allah dan Rasulullah ﷺ. Dalam mimpi-mimpi itu, ia menerima pesan tentang tauhid, bahaya syirik, kejatuhan umat Islam, Perang Dunia Ketiga, Ghazwatul Hind, kebangkitan dan kemenangan umat Islam, fitnah Dajjal, turunnya Nabi Isa as, hingga wafatnya seluruh umat beriman.
Yang menarik, Qasim sendiri secara konsisten menolak gelar Imam Mahdi dan menyatakan dirinya hanyalah seorang hamba yang diperintahkan untuk menyampaikan mimpi-mimpinya kepada dunia.
Melalui buku ini, Firyal Farhan menyusun dan menganalisis mimpi-mimpi tersebut dengan menautkannya pada Al-Qur’an, hadis-hadis, serta pandangan para ulama Ahlussunnah wal-Jama‘ah tentang Al-Mahdi dan akhir zaman. Pembaca diajak memahami bagaimana mimpi-mimpi Qasim dinilai selaras dengan nash-nash seperti:
kemunculan Al-Mahdi,
masa keadilan dan kemakmuran Islam,
fitnah besar Dajjal,
Turunnya Nabi Isa عليه السلام sebagai penutup fitnah.
Buku ini juga memaparkan tiga fase kemunculan Al-Mahdi, kronologi global akhir zaman, dan tanda-tanda besar seperti meningkatnya kezaliman, perselisihan, gempa, serta pembunuhan massal—semuanya dibaca dalam kerangka tauhid: bahwa akar kehancuran umat adalah syirik, dan kunci kebangkitannya adalah kembali kepada Allah.
Qasim Sang Mahdi tidak mengajak pembaca pada kultus individu, melainkan pada refleksi iman: bagaimana menyikapi Mubasyirāt, bagaimana membaca tanda-tanda zaman, dan bagaimana mempersiapkan diri agar termasuk hamba-hamba yang berada di barisan kebenaran ketika pertolongan Allah datang.
Download: Link di bio.
https://linktr.ee/firyalfarhan










































