Beda beda porsi
Porsi manusia itu beda-beda.
Beruntungnya beda, sedihnya beda, masalahnya beda, cobaannya beda.
Tidak ada berat dan ringan. semuanya dipikul sesuai pundak masing-masing. Karena setiap yang bernyawa punya lintasan hidup yang berbeda-beda.
Ada yang sudah sampai, ada yang baru memulai, ada yang sudah berhasil, dan ada pula yang sedang menunggu hasil.
Semoga kita diberikan yang terbaik dijalan kita masing-masing. Aamiin. @Lemon8IRT @Lemon8IRT #LifeBingo #BerjuangCantik #CurcolanIRT #CeweBanget
Dulu aku sering banget bandingin hidup sendiri sama hidup orang lain. Lihat teman yang kayaknya jalannya mulus, rezekinya lancar, keluarganya harmonis, rasanya kok hidup aku aja yang paling berat. Tapi pelan-pelan aku belajar, ternyata setiap orang punya porsi hidup yang berbeda-beda. Kalau dipikir-pikir, kita cuma lihat "permukaan" hidup orang lain. Di media sosial, yang muncul cuma senyum, foto liburan, pencapaian, atau barang baru. Padahal di balik itu bisa jadi ada tangisan yang nggak pernah kita tahu, masalah rumah tangga, tekanan pekerjaan, atau luka masa lalu yang mereka simpan sendiri. Mereka juga punya beban hidup yang berat, cuma bedanya bukan kita yang diminta memikulnya. Dari situ aku mulai belajar untuk "hiduplah sesuai porsimu". Bukan berarti pasrah dan nggak mau berusaha, tapi lebih ke menerima bahwa jalanku nggak harus sama dengan orang lain. Ada yang di umur 25 sudah mapan, ada yang di umur 30 masih meraba-raba arah hidup, ada yang cepat menikah, ada yang masih sendiri, dan semua itu wajar. Hidup masing-masing aja, karena garis finish tiap orang memang beda. Kadang kita ngerasa, "kok masalahku berat banget ya?" Tapi mungkin justru itu porsi yang memang sesuai sama kapasitas kita. Tuhan tahu batas kuat kita. Yang Dia kasih ke kita sudah diukur, sama seperti yang Dia kasih ke orang lain juga sudah diukur. Ada yang ujiannya di kesehatan, ada yang di ekonomi, ada yang di hubungan, ada yang di mental. Beda orang, beda porsi, beda cerita. Sekarang kalau lagi ngerasa down, aku suka bayangin "gambar beban hidup yang berat" di pundak masing-masing orang. Bukan cuma aku yang bawa ransel berat, orang lain pun bawa ranselnya sendiri-sendiri. Bedanya, mungkin ranselku kelihatan, ransel mereka nggak kelihatan. Dari situ muncul rasa lebih menghargai dan nggak gampang men-judge hidup orang. Pelan-pelan aku juga belajar mengubah fokus: dari yang awalnya sibuk bandingin, jadi sibuk perbaiki diri. Jalani hidup sesuai porsinya, lakukan yang terbaik di lintasan kita, sisanya serahkan pada Tuhan. Nggak apa-apa kalau progress-mu pelan, yang penting tetap maju. Nggak apa-apa kalau belum sampai, mungkin memang masih di fase belajar. Kalau kamu lagi di fase ngerasa hidup paling berat, coba ingat: setiap orang punya masalah masing-masing. Kamu nggak sendirian, dan kamu nggak kalah hanya karena jalannya beda. Mungkin belum kelihatan hasilnya sekarang, tapi bukan berarti Tuhan nggak bekerja. Tetap jaga hati, usaha sebisamu, dan percaya bahwa porsi hidupmu sudah dipilihkan dengan sangat pas untukmu. Pada akhirnya, yang bisa kita lakukan adalah menerima bahwa kita berbeda-beda, berhenti membandingkan, dan fokus jadi versi terbaik diri sendiri. Semoga kita semua diberikan yang terbaik di jalan kita masing-masing. Aamiin.

yang bikin miris banyak orang yang membandingkan orang lain dengan dirinya karena dia lebih inilah lebih itulah sedangkan mereka yang dibandingkan dia kurang inilah kurang itulah🥺