Terkadang kita terlalu sibukb

Terkadang kita terlalu sibuk memikirkan apa yang belum kita punya, sampai lupa bersyukur terhadap apa yang sudah kita miliki.

Ketenangan itu sering kali datang bukan dari hal- hal besar, melainkan dari hati yang tahu cara bersyukur.

Padahal Allah sudah berfirman:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.

Syukur itu bukan hanya di lisan dengan ucapan “Alhamdulillah” tapi harus disertai juga dengan hati- yang Ridha.

Maka, belajarlah melihat hidup dengan mata syukur. Nikmat kecil akan terasa besar, hati yang gelisah akan menjadi tenang, dan hidup sederhana- pun terasa kaya.@Lemon8IRT @Lemon8_ID #QuotesLemon8 #EditanViral #ViralTerbaru #CeweBanget #TipsLemon8

2025/9/26 Diedit ke

... Baca selengkapnyaAku dulu termasuk orang yang gampang iri lihat hidup orang lain. Rasanya kok hidup mereka lebih enak, lebih mapan, lebih bahagia. Sampai suatu hari aku sadar, fokusku cuma ke hal yang belum aku punya, bukan ke nikmat yang sudah ada. Dari situ aku mulai belajar pelan-pelan untuk punya hati yang bersyukur dan menikmati hidup sederhana. Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mensyukuri keragaman nikmat yang Allah kasih adalah dengan menanamkan sikap menerima dan ridha. Misalnya, bukan cuma syukur saat dapat rezeki besar, tapi juga saat bisa makan tepat waktu, masih punya keluarga yang sayang, atau sekadar bisa menghirup udara pagi yang segar. Hal-hal kecil seperti ini sering kelewat, padahal di situlah letak syukur nikmat sehari-hari. Aku juga belajar membiasakan diri mengucap "Alhamdulillah" dalam berbagai kondisi. Bukan cuma di lisan, tapi di hati juga diingatkan, "Allah sudah sangat baik sama aku." Waktu lagi capek kerja, aku coba balik cara pandang: aku bersyukur masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk berjuang. Saat rencana gagal, aku belajar melihatnya sebagai cara Allah menjagaku dari sesuatu yang mungkin nggak baik. Hidup sederhana itu bukan berarti hidup kekurangan. Justru ketika kita bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang, hidup terasa lebih lapang. Contohnya, aku mulai kurangi kebiasaan membandingkan diri di media sosial. Diganti dengan menuliskan 3 hal yang bisa aku syukuri setiap hari sebelum tidur. Ternyata sesimpel itu saja sudah bikin hati lebih tenang dan nggak terlalu gelisah. Bersyukur juga bisa ditunjukkan dengan cara menghargai keragaman yang ada di sekitar kita. Orang lain punya jalan hidup berbeda, rezeki berbeda, latar belakang berbeda. Daripada iri, aku mencoba belajar: "Oh, Allah kasih dia nikmat di situ, dan aku dikasih nikmat di bagian lain." Sikap ini membantu aku untuk nggak gampang mengeluh dan lebih fokus memperbaiki diri. Kalau kamu lagi di fase merasa hidup berat, coba berhenti sejenak, tarik napas dalam-dalam, lihat sekeliling. Tanyakan ke diri sendiri: nikmat apa saja yang hari ini sudah Allah titipkan? Mungkin jawabannya sederhana: masih bisa bangun pagi, masih punya tempat berteduh, masih bisa shalat dan berdoa. Dari situ, hati yang gelisah perlahan bisa berubah jadi hati yang bersyukur, dan ketenangan pun pelan-pelan datang, seperti langit berawan yang tetap terasa indah saat kita menikmatinya dengan penuh syukur.

11 komentar

Gambar Heri Priyanto
Heri Priyanto

alhamdulillah