Hallo Lemon8_ID inilah beberapa jenis durian yang ada dikebun bapak😁
2025/9/4 Diedit ke
... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali diajak ke kebun durian bapak, aku baru sadar ternyata jenis durian itu banyak banget, bukan cuma montong aja. Di satu kebun kecil bisa ada durian musang, kusik, duren susu, durian pangkat sampai durian kuning. Dari situ aku jadi sering iseng tanya-tanya dan bandingin satu per satu, mulai dari bentuk, rasa sampai cara milih yang matang.
Durian kusik, misalnya, di tempatku bentuknya nggak terlalu besar, kulitnya hijau kecokelatan dengan duri agak rapat. Dagingnya nggak terlalu tebal tapi rasanya legit, manis sedikit pahit di ujung, cocok buat yang suka rasa durian lebih strong. Beda lagi dengan duren susu, dagingnya biasanya lebih pucat, teksturnya lembut banget dan rasanya manis creamy kayak susu, aromanya juga nggak sekuat durian lain jadi lebih gampang diterima orang yang baru belajar makan durian.
Durian pangkat dan durian kuning juga menarik. Durian kuning biasanya disebut begitu karena dagingnya kuning terang, kadang sampai oranye keemasan. Dagingnya lebih tebal, bijinya kecil dan rasa manisnya nendang banget. Kalau durian pangkat di kebun bapak bentuk buahnya cenderung bulat dengan duri agak jarang, rasanya perpaduan manis dan sedikit pahit, enak dimakan langsung tanpa campuran apa-apa.
Buat yang baru belajar kenal jenis-jenis durian, aku biasanya perhatiin beberapa hal sederhana. Pertama, bentuk dan durinya: montong misalnya cenderung besar dengan duri jarang dan agak tumpul, sementara beberapa durian lokal lain durinya lebih rapat dan tajam. Kedua, aromanya: durian musang atau yang mirip musang king biasanya punya aroma tajam dan rasa lebih kompleks, manis pahit dengan aftertaste pekat.
Soal cara milih buah durian yang matang, bapak sering ajarin aku tips simpel. Ketuk pelan kulitnya, kalau suaranya agak menggema biasanya daging di dalamnya sudah terisi penuh dan matang. Terus cek bagian garis-garis di kulit (kayak alur), kalau terlihat jelas dan agak merekah halus biasanya sudah siap dibuka. Bau juga penting, tapi jangan sampai yang terlalu menyengat banget karena kadang sudah terlalu matang.
Di kebun bapak, beberapa pohon durian ditanam di pot besar dulu waktu masih kecil sebelum dipindah ke tanah. Durian dalam pot kayak gini cocok buat yang halamannya sempit, asal potnya cukup besar, media tanam gembur dan jangan sampai tergenang air, soalnya durian nggak suka akar terlalu basah. Kalau kelembapan berlebihan, pohon durian bisa kena penyakit seperti phytophthora yang bikin batang dan akar busuk.
Aku juga suka bandingin durian lokal sini dengan cerita kebun durian di Thailand yang terkenal, atau durian dari daerah lain seperti Gresik. Katanya di sana juga banyak varietas unik dengan rasa beda-beda. Buatku, serunya eksplor durian itu bukan cuma makan, tapi juga belajar asal-usul, bentuk sampai nama-nama unik kayak durian 101 atau IOI, udang merah, lipan dan susu, dan lainnya. Jadi tiap musim durian datang, rasanya selalu kayak petualangan baru di kebun kecil bapak sendiri.