Tidak ada orang di dunia ini yang tidak egois. Bahkan seorang ahli ibadah sekalipun akan egois beribadah karena ingin paling dekat dengan Tuhannya...#JujurAja
Egoisme sering dianggap sebagai sifat negatif, namun kenyataannya setiap orang memilikinya dalam berbagai tingkatan dan konteks, termasuk dalam beribadah. Bahkan seorang ahli ibadah pun terkadang beribadah dengan unsur egois, yakni keinginan untuk merasakan kedekatan dengan Tuhan secara pribadi dan istimewa. Hal ini menunjukkan bahwa sifat egois bisa jadi merupakan bagian alami dari pengalaman spiritual manusia. Keinginan untuk paling dekat dengan Tuhan tidak selalu berarti kesombongan, tetapi bisa mencerminkan kebutuhan manusia untuk merasa berarti dan dicintai. Dalam konteks ini, egoisme dapat dipahami sebagai dorongan untuk memenuhi kebutuhan batin yang mendalam, seperti rasa aman, pengakuan, dan tujuan hidup. Selain itu, refleksi jujur seperti yang disebutkan dalam artikel menunjukkan pentingnya kesadaran diri dalam memahami motivasi di balik tindakan ibadah. Kesadaran ini memungkinkan seseorang untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki niat agar ibadah bukan semata-mata untuk memenuhi keinginan egois, tetapi lebih pada pengabdian tulus. Memahami egoisme dalam ibadah juga membantu kita lebih menerima diri sendiri dan orang lain dengan segala kekurangan. Dengan memahami bahwa setiap orang memiliki sisi egois, kita dapat bersikap lebih bijaksana dan empati dalam menjalani kehidupan spiritual. Egoisme yang terkendali bahkan kadang dapat menjadi pendorong bagi pertumbuhan pribadi dan pengembangan hubungan dengan Tuhan. Akhirnya, diskusi tentang egoisme dalam ibadah membuka ruang bagi dialog yang lebih mendalam mengenai motivasi spiritual dan bagaimana kita bisa menjalankan ibadah dengan kesadaran penuh, membawa manfaat tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi lingkungan sekitar.

bener juga Bun😳😳😳 orang yg egois itu tetep merasa benar walaupun bersalah... itu yg paling sebel😁😁😁