PEMILIK GOJEK (CEO)
MUNDUR DARI PEMILIK GOJEK??
INI PENJELASANNYA !!!
Jujur, dulu aku juga cuma tahu kalau "pemilik Gojek mundur" dan langsung mikir, wah Gojek kenapa nih? Tapi setelah cari tahu, ternyata ceritanya jauh lebih menarik dan nggak sesederhana itu. Pertama, soal pemilik Gojek. Banyak yang mengira Nadiem Makarim masih jadi CEO Gojek, padahal dia sudah mundur sejak ditunjuk jadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Posisi CEO Gojek sekarang sudah digantikan, sementara Nadiem fokus di dunia pendidikan dengan program andalannya: Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka. Jadi, yang punya Gojek sekarang bukan lagi Nadiem secara posisi eksekutif sehari-hari, walaupun namanya tetap melekat sebagai salah satu pendiri. Yang bikin aku makin penasaran waktu itu adalah pertanyaan: apakah mundurnya Nadiem dari Gojek itu kesalahan, atau justru strategi besar? Kalau lihat valuasi Gojek yang sempat tembus belasan miliar dolar AS (bahkan pernah masuk jajaran startup terbesar di Indonesia bareng Tokopedia, Traveloka, Bukalapak), menurutku keputusan dia melangkah ke dunia pemerintahan bisa dibilang langkah berani. Dia ninggalin zona nyaman startup unicorn buat ngerombak sistem pendidikan yang super kompleks. Dari sisi pengguna, aku ngerasain Gojek tetap jalan normal, bahkan makin lengkap fiturnya. Artinya, mundurnya pendiri bukan berarti perusahaan kolaps. Justru di dunia startup, pergantian CEO atau pemilik secara operasional itu hal biasa. Fondasi bisnisnya sudah kuat, sistem sudah jalan, jadi tinggal dikembangkan oleh tim dan manajemen baru. Di sisi lain, aku juga mulai ngikutin apa yang Nadiem lakukan sebagai Menteri. Program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka misalnya: ada magang bersertifikat, asistensi mengajar, proyek kemanusiaan, sampai program praktik kerja di perusahaan. Teman-temanku yang ikut magang Kampus Merdeka cerita kalau mereka bisa ngerasain langsung dunia kerja, bukan cuma teori di kelas. Menurutku, kelihatan banget pola pikir startup-nya Nadiem dibawa ke kebijakan pendidikan. Makanya kalau ada yang nanya, "siapa CEO Gojek sekarang?", aku biasanya sekalian jelasin konteksnya: Gojek itu sudah berkembang jadi perusahaan teknologi besar dengan valuasi miliaran dolar, jadi struktur kepemilikannya juga kompleks, bukan cuma satu orang pemilik seperti usaha kecil. Nadiem adalah pendiri dan wajah awal Gojek, tapi sekarang fokusnya sudah geser ke strategi besar di level negara lewat pendidikan. Jadi, kalau kamu masih bingung soal pemilik Gojek, mundurnya Nadiem, dan siapa yang pegang kendali sekarang, menurutku penting buat lihat dua sisi: Gojek sebagai startup raksasa yang terus tumbuh, dan Nadiem sebagai sosok yang lagi coba "scale up" dampak sosialnya lewat kebijakan pendidikan nasional. Dari situ, pertanyaan "ini kesalahan atau strategi besar?" jadi lebih menarik untuk dipikirin bareng-bareng.
