... Baca selengkapnyaPertama kali ke Desa Wisata Tempur Jepara, aku langsung jatuh cinta sama suasananya, terutama pas malam hari. Udara di sini jauh lebih sejuk dibanding kota, dan begitu matahari turun, desa malam Tempur berubah jadi pemandangan lampu kecil yang berkelap-kelip dari rumah-rumah di lereng. Dari satu spot, aku bisa lihat deretan rumah dengan cahaya hangat di kejauhan, sungai yang mengalir pelan, dan siluet pepohonan di bawah langit gelap. Rasanya tenang banget.
Kalau kamu suka foto-foto, Tempur Village ini cocok buat hunting malam dengan style FujiFilm atau tone yang warm. Aku biasanya bawa tripod biar bisa ambil long exposure, menangkap cahaya rumah dan lampu di pagar kayu tanpa noise berlebihan. Tipsku, datang sedikit sebelum magrib, jadi bisa dapat transisi blue hour sampai langit benar-benar gelap. Di jam-jam ini, Pemandangan malam desa dengan rumah-rumah bercahaya di kejauhan, sungai mengalir, dan pepohonan di bawah langit gelap kelihatan paling dramatis, apalagi kalau ada satu lampu terang yang menerangi pagar kayu di latar depan, itu jadi foreground yang menarik.
Untuk wisata Tempur sendiri, selain view malamnya, banyak juga yang datang untuk menikmati suasana desa wisata Tempur Jepara yang masih asri. Jalanan desa memang agak menanjak dan berkelok, jadi pastikan kendaraan dalam kondisi prima. Kalau mau keliling, enak banget pelan-pelan sambil menikmati suara sungai dan jangkrik. Di beberapa sudut, ada spot buat berhenti dan menikmati pemandangan hamparan kebun dan rumah-rumah warga dari ketinggian.
Salah satu tempat favoritku di sini adalah kafe kebon Tempur. Konsepnya sederhana, tapi suasananya nyaman, apalagi kalau malam. Dari sini kita bisa duduk santai sambil lihat desa tempur jepara dari kejauhan dengan lampu-lampu yang menyala kecil-kecil. Kopinya lumayan enak dan harganya ramah di kantong, jadi asik buat nongkrong lama sambil diskusi foto atau cuma menikmati udara dingin. Kalau kamu suka UGC travel, tempat ini benar-benar fotogenik, baik untuk foto portrait maupun landscape.
Buat yang baru pertama kali berkunjung ke wisata Tempur Jepara, menurutku enaknya menginap semalam di homestay warga. Selain lebih puas menikmati desa malam, pagi harinya kamu juga bisa hunting sunrise dan kabut di perbukitan. Warga lokal di desa wisata Tempur ramah banget dan nggak keberatan kalau kita tanya-tanya spot foto atau cerita soal sejarah desa. Pengalaman ngobrol sama mereka justru yang bikin kunjungan ke desa wisata tempur jepara terasa lebih hangat dan personal.
Jadi kalau kamu lagi cari alternatif destinasi yang tenang, jauh dari keramaian, dan sekaligus instagramable, Desa Wisata Tempur bisa jadi pilihan. Bawa jaket tebal, siapkan kamera atau smartphone yang mumpuni low light, dan jangan lupa nikmati momen tanpa buru-buru. Menurutku, nilai plus utama Tempur Village bukan cuma pemandangan indah, tapi rasa damai yang susah kamu temukan di kota.