“Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”
— 1 Petrus 5:7
Menghadapi kehidupan sehari-hari seringkali membawa berbagai kekhawatiran dan kecemasan, mulai dari masalah pekerjaan, keuangan, hingga masa depan yang belum pasti. Namun, melalui ayat 1 Petrus 5:7 yang menegaskan untuk menyerahkan segala kekhawatiran kepada Tuhan, saya belajar bahwa melepaskan beban tersebut bukanlah sebuah tanda kelemahan, tetapi bentuk iman dan pengharapan. Dalam pengalaman pribadi, ketika saya mulai mempraktikkan prinsip untuk fokus hidup berkenan di hadapan Tuhan dan mempercayakan masalah saya kepada-Nya, saya merasakan ketenangan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Kekhawatiran yang dulu memenuhi pikiran mulai berangsur hilang, digantikan oleh rasa damai yang berasal dari keyakinan bahwa Tuhan yang memelihara saya adalah sumber berkat dan kebahagiaan sejati. Tugas kita bukan untuk terus mengkhawatirkan masa depan atau berusaha mengendalikan segala sesuatu di luar kemampuan kita, melainkan menjalani hari demi hari dengan sikap percaya bahwa Tuhan telah mengatur dan mencukupi kebutuhan kita. Hidup ini milik Tuhan, dan berkat datang dari-Nya; maka fokus utama adalah hidup berkenan di hadapan-Nya. Hal ini juga mengajarkan saya untuk bersyukur dalam setiap keadaan dan melihat segala sesuatu dari perspektif ilahi. Saat saya mulai mengandalkan Tuhan sepenuhnya, banyak hal baik datang tanpa saya duga, sekaligus memberikan kekuatan untuk menghadapi tantangan dengan hati yang tenang. Kisah ini adalah pengingat bahwa dalam pergumulan kita sehari-hari, menyerahkan segala kekhawatiran kepada Tuhan bukan berarti pasif, tetapi langkah aktif mencari pertolongan dan perlindungan-Nya. Jadi, mari belajar untuk fokus pada hidup yang berkenan kepada Tuhan, sebab dengan itu Tuhan akan mencukupkan, menenangkan, dan membahagiakan kita lebih dari yang kita harapkan.

































