... Baca selengkapnyaSebagai wanita yang lagi belajar istiqomah, aku pelan-pelan sadar kalau proses ini nggak instan dan setiap orang punya perjalanan yang berbeda. Awalnya aku sering ngerasa down karena ngebandingin diri dengan orang lain yang kelihatannya sudah jauh lebih baik. Padahal, istiqomah itu lebih ke arah konsisten memperbaiki diri, bukan harus langsung jadi sempurna.
Hal pertama yang paling kerasa buat aku adalah soal niat. Dulu aku sering melakukan hal baik karena pengen dipuji atau dianggap alim. Lama-lama aku belajar untuk meluruskan niat: semua karena Allah. Misalnya, kalau lagi capek tapi tetap sholat tepat waktu, aku ingat lagi kenapa aku melakukan itu, bukan untuk orang lain, tapi untuk diri sendiri dan Allah.
Belajar agama juga jadi kunci. Aku nggak langsung ambisius ikut banyak kajian, tapi mulai dari hal kecil, seperti nonton satu video kajian pendek tiap hari atau baca satu dua halaman buku keislaman sebelum tidur. Dari situ, aku jadi lebih paham makna istiqomah, dan pelan-pelan bisa bedain mana hal yang mendekatkan aku ke Allah dan mana yang cuma buang waktu.
Bagian yang cukup susah buat aku adalah meninggalkan hal mubah yang nggak bermanfaat. Bukan berarti semua hal yang netral itu haram, tapi kalau kebanyakan, jadi bikin lalai. Misalnya, scroll media sosial tanpa tujuan, nonton drama berjam-jam, atau nongkrong tanpa arah. Sekarang aku coba batasi, ganti sebagian waktu itu dengan aktivitas yang lebih bermanfaat, seperti bantu orang di rumah, belajar skill baru, atau ikut kegiatan sosial.
Circle pertemanan juga berpengaruh besar. Saat aku mulai cari teman yang punya tujuan hidup yang sama, suasananya beda banget. Ada temen yang mau diingatkan kalau mulai lalai, dan mereka juga nggak nge-judge kalau aku masih banyak kurang. Justru saling support, saling kirim reminder kajian, dan saling ajak ke kegiatan positif.
Hal terakhir yang bikin aku ngerasa lebih tenang adalah menyibukkan diri dengan kebaikan. Kalau tangan dan pikiran sibuk sama hal baik, godaan buat balik ke kebiasaan lama jadi berkurang. Contohnya, ikut volunteer, bantu urusan rumah, belajar skill yang bisa dipakai bantu orang lain, atau sekadar rutin sedekah kecil tapi konsisten.
Buat wanita istiqomah di luar sana yang lagi berjuang, menurutku nggak perlu nunggu sempurna dulu baru mulai. Mulai saja dari satu langkah kecil yang bisa kamu lakukan hari ini: meluruskan niat, menambah sedikit ilmu, mengurangi satu kebiasaan yang nggak bermanfaat, atau memperbaiki circle pertemanan. Selama kita terus mencoba dan nggak menyerah, insyaAllah Allah akan selalu bukakan jalan dan kuatkan hati kita untuk tetap istiqomah.
wah mkasih sharingnya kak🤩bermanfaat bangett🤩