aku mau #SharingIsCaring tentang pengalaman aku pasang listrik. Rumah sebelumnya pake listrik yang 900 VA, kami rasa sudah tidak cukup untuk menopang kebutuhan listrik sehari-hari kami. akhirnya berpikir untuk ambil 1300VA, setelah riset ternyata harga 1300VA dam 2200VA per KWh nya SAMA! 😂 Kaum mendang mending nih mikir lagi. long story short, diambil lah yang 2200VA sekalian 🤣 padahal rumah cuma 60m²🤏
setalah kami pasang, kakak ipar bilang, "pengeluaran bulananmu bakal lebih banyak itu nanti, istilahnya kemarin habis 200k besok bisa habis 400-500k" "dayanya bakal nyedot lebih banyak itu nanti tante"
LAAILAHAILLALLAH 😭 OVT lah diri ini, mana bisa pegeluaran membengkak 100-150% gitu. langsung seketika kepikiran turunin aja jadi 1300VA🤣
Setelah riset, ternyata ada biaya abandonment (biaya beban yang harus dibayarkan setiap bulan oleh pelanggan PLN, terlepas dari penggunaan listrik mereka) 🤯💥 pas kami cari info untuk listrik 2200VA biaya bebannya hampir 130k. ALHAMDULILLAH nya, itu cuma untuk PASCABAYAR.
Sampai akhirnya aku masih bertahan di 2200VA saat ini😌👍 semoga tetep bisa AWET, tanpa khawatir JEPRET✨
... Baca selengkapnyaSetelah memutuskan naik dari listrik 900VA ke 2200VA, saya sempat cemas soal biaya abodemen yang katanya bisa mencapai hampir 130 ribu rupiah per bulan, apalagi untuk pelanggan pascabayar. Biaya ini memang menjadi beban tetap yang harus dibayar walau pemakaian listrik sedang minim. Namun, penting untuk diketahui bahwa biaya per kWh untuk 1300VA dan 2200VA sebenarnya sama, jadi penggunaan listrik yang lebih efisien tetap bisa menjaga pengeluaran.
Beberapa teman juga mengingatkan saya soal potensi listrik 'jepret' atau trip yang mungkin sering terjadi jika daya terpasang terlalu besar untuk kebutuhan rumah. Saya pun belajar bahwa penting menyesuaikan daya listrik terpasang dengan beban peralatan di rumah. Misalnya, rumah saya yang 60m² sudah cukup dengan 2200VA karena banyak peralatan elektronik yang digunakan.
Pengalaman saya, setelah pemasangan meteran dan aktifasi, tidak langsung meningkatkan tagihan sampai dua kali lipat, asalkan kita mengelola penggunaan listrik dengan bijak. Jadi, tips dari saya, sebelum memutuskan pasang listrik lebih besar, lakukan riset biaya pasang baru, biaya abodemen, dan ketahui apakah listrik yang ingin dipasang prabayar atau pascabayar.
Selain itu, cek juga kondisi instalasi listrik di rumah supaya aman dan mencegah trip listrik. Memanfaatkan teknologi meteran pintar juga bisa membantu memantau pemakaian listrik real time.
Kalau kalian ada pengalaman berbeda atau tips lain soal pasang listrik 2200VA, share juga ya! Ini penting supaya kita sama-sama bisa hemat dan nyaman tanpa khawatir biaya listrik membengkak.
aku juga pakai 2200, 1 bulan habis 1.5jt-1.7jt.
kalau ngisi 500k kadang cuma bertahan 8-9 hari 🥲🥲,..
yg paling bikin boros kayaknya 3 freezer, 2 showcase, 2 kulkas karena nyala 24 jam 😅😅 sama lampu karena rata2 pakai yg 20 watt x 9 pcs x 8 jam, sisanya paling blower, 3 kipas angin (berhenti cuma kalau tidur) 😅 rice cooker, 2 dispenser, sanyo,..
udah pakai mode hemat, tetep aja gak bisa dibawah 1.5jt sebelumnya pakai 1300, cuma kasian elektronik nya karena sering turun 🥲🥲
aq dlu 2200 sebulan kena hmpir 450rb,beralih ke token 2200 skrg kena nya 300rb,tpi itu sudah mode hemat