IRT PENGEN BANGET ADOPSI KUCING. YAY/NAY? 🤔
hallo Lemonade 🍋 👋
luaaaaama banget nggak aktif, karena cuma bentrok sama pikiran sendiri 😮💨 akhirnya malah gadapet apa apa dan makin overthinking 😭
seminggu terakhir aku bikin habit baru untuk mulai bangkit lagi setidaknya #satupostdulu.
daaaannn, inilah salah satu kisah #KeseharianKu ....
setelah antar anak pertama sekolah aku langsung jalan2 pagi sama anak kedua ku 🥰 barefoot, biar bisa menyerap energi positif yang ada di bumi Allah ini :) nggak jauh, mungkin sekitar 3000 langkah tiap pagi..
nah kemarin pagi, aku nemu kucing lucuuuuu banget dijalan, bulunya lembut, matanya putih kebiruan dan dia juga suka sama anakku, ngedusel mulu, tapi telinganya kya gatel gitu.
ngobrol sama orang sekitar, katny itu kucing buangan (kasian sekali😭) dan nggak ada yang mau adopt karena kucing perempuan 😌 akhirnya mereka pada nyuruh aku bawa kucingnya pulang.
dalam hatiku pengen banget bawa, cuma berdasarkan "lucu" aja. aku belum terlalu paham cara ngurus kucing.
menurut kalian ambil aja sambil belajar, atau jangan ambil daripada nambah beban kehidupan?
#SharingIsCaring dikolom komentar yaa sobat #lemon8indonesia🍋 ku 🍋💛 especially #catloversclub 😺 🙏
Aku sempat kaget waktu tahu kalau alasan utama orang sekitar nggak mau ambil kucing itu karena dia kucing betina. Katanya, kucing betina itu lebih ribet, nanti sering birahi, hamil, dan ujung-ujungnya banyak anak kucing yang nggak keurus. Dari situ aku mulai cari info soal plus minus punya kucing betina, apalagi buat pemula dan IRT yang waktunya kebagi-bagi. Dari yang aku baca dan dengar dari para cat lovers, kucing betina itu sebenarnya banyak juga kelebihannya. Banyak yang bilang kucing betina cenderung lebih anteng, manja, dan “rumahan”, jadi nggak terlalu sering kabur-kaburan keluar. Buat aku yang punya anak kecil, ini lumayan banget, karena kalau kucingnya kalem bisa sekalian jadi teman main anak tanpa terlalu khawatir kucingnya agresif. Tapi memang ada PR besar soal steril. Hampir semua yang aku tanya nyaranin kalau mau pelihara kucing betina, lebih baik disteril setelah cukup umur dan sehat. Tujuannya supaya nggak terus-terusan birahi, nggak gampang kabur nyari jantan, dan tentu aja biar nggak kebanyakan anak kucing. Awalnya aku mikir, "Duh, berarti harus siap biaya ya." Tapi ternyata ada juga beberapa komunitas pecinta kucing yang suka buka program steril murah atau subsidi, tinggal rajin cari info di medsos atau grup kucing. Aku juga mulai mikir realistis: sebagai IRT, sanggup nggak bagi waktu buat bersihin litter box, nyiapin makanan, dan bawa ke dokter kalau sakit? Soalnya kucing betina tetap butuh perawatan rutin, dari makanannya, kebersihan bulu, sampai cek kesehatan. Apalagi kucing yang kutemu di jalan kemarin telinganya keliatan gatal, bisa jadi ada jamur atau ear mites, yang artinya perlu pengobatan. Akhirnya aku bikin list kecil di kepala: - Kenapa pengen adopsi? Karena kasihan, lucu, dan anakku cocok banget sama dia. - Apa yang paling aku khawatirkan? Biaya, waktu, dan takut nggak bisa ngasih yang terbaik. - Solusinya apa? Cari info soal steril kucing betina, belajar basic perawatan kucing, dan tanya pengalaman cat lovers lain yang juga IRT. Menurutku, nggak apa-apa kok kalau awalnya ragu. Yang penting jujur sama kondisi diri sendiri. Kalau pun belum bisa adopsi, kita masih bisa bantu dengan cara lain: misalnya cari calon adopter lain, share di media sosial, atau ajak teman yang memang lagi cari kucing. Tapi kalau pada akhirnya aku mantap ambil dia, aku pengen itu karena sudah siap, bukan cuma karena dia lucu sesaat. Buat yang baca dan punya kucing betina di rumah, boleh banget share di kolom komentar: apa hal yang kamu nggak sangka waktu pertama kali pelihara kucing betina? Supaya aku dan IRT lain yang masih galau bisa punya gambaran lebih nyata sebelum ambil keputusan besar ini.


kak sama banget dengan kucing ku namanya Micky dia udh ,hampir 3 tahun jantan kak