Arisan bisa bantu keuangan rumah tangga, asal pilih yang sesuai kebutuhan, bukan karena ikut-ikutan dan pastikan grupnya orang orang yg amanah ya.
Kamu tim arisan uang, sembako, atau emas? Kalau aku sih ikut yg arisan uang aja, itupun sama temen kantor biar aman terkendali. Kalau ada apa apa langsung samperin ke meja kerjanya 🤣 tapi belum pernah terjadi sih yaa 👌🏻
... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali diajak ikut arisan, aku jujur bingung banget sama istilah-istilahnya. Salah satunya “kloter”. Ternyata arti kloter dalam arisan itu simpel: kloter adalah urutan kelompok penerima arisan. Misalnya ada 20 orang peserta, dibagi jadi 4 kloter, tiap kloter berisi 5 orang yang akan dapat giliran di bulan-bulan tertentu.
Jadi, kloter 1 biasanya dapat giliran lebih dulu, kloter 2 menyusul, dan seterusnya. Pembagian kloter ini penting supaya semua peserta punya ekspektasi yang jelas: kapan mereka akan terima arisan dan berapa lama harus rutin setor sebelum kebagian. Buat ibu rumah tangga, info kayak gini berguna banget untuk atur cash flow bulanan.
Sekarang ke contoh arisan uang yang paling sering aku temui:
1. Arisan uang bulanan sederhana
Ini model paling umum. Misalnya ada 10 orang, iuran per orang Rp200.000 per bulan. Total uang yang terkumpul tiap bulan jadi Rp2.000.000. Setiap bulan diundi siapa yang dapat. Kalau kamu dapat di bulan ke-3, berarti setelah itu tetap wajib setor sampai putaran selesai. Arisan model begini enak buat yang butuh dana cepat tapi takut kalau nabung sendiri suka kepake terus.
2. Arisan uang mingguan
Biasanya nominalnya lebih kecil tapi lebih sering setor. Misalnya 10 orang, iuran Rp50.000 per minggu, total Rp500.000 per minggu. Cocok buat ibu rumah tangga yang ada sisa uang belanja sedikit-sedikit, jadi bisa dialihkan ke arisan. Rasanya nggak terlalu berat, tapi di satu waktu kamu akan dapat uang lumayan.
3. Arisan uang dengan tujuan khusus
Contohnya arisan khusus THR, arisan untuk bayar uang sekolah, atau arisan belanja lebaran. Nilai iurannya disesuaikan target. Misal: target punya Rp3.000.000 buat THR, dipecah jadi 10 orang, berarti iuran per bulan Rp300.000 selama 10 bulan. Model gini bantu kita nabung terarah, nggak sekadar kumpulin uang tanpa tujuan.
Selain arisan uang, banyak juga yang ikut arisan sembako dan arisan emas. Arisan sembako cocok buat kebutuhan harian, jadi ketika giliranmu tiba, kamu dapat stok beras, minyak, gula, dan kebutuhan dapur lainnya. Sementara arisan emas lebih ke investasi jangka panjang, tapi pastikan penyelenggaranya jelas dan transparan, ya.
Tips dari aku sebelum ikut arisan apa pun:
- Pastikan grupnya orang-orang amanah: teman kantor, tetangga yang sudah lama dikenal, atau keluarga.
- Minta aturan tertulis: jumlah iuran, jadwal setor, jadwal terima, dan apa yang terjadi kalau ada yang nunggak.
- Sesuaikan jenis arisan dengan kebutuhan: sembako untuk kebutuhan harian, uang untuk dana cepat, emas untuk investasi.
Aku pribadi sekarang masih tim arisan uang sama teman kantor. Rasanya lebih tenang karena kalau ada apa-apa bisa langsung ketemu orangnya. Kamu sendiri tim arisan apa? Uang, sembako, barang dapur, atau emas?
Aku semenjak nikah gak pernah ikutan arisan apapun kak soalnya gak ada yg ajak😂