Ramadhan terakhirš„²
video ini sebenarnya sudah ku taken beberapa hari yg lalu cuma baru sempet ngedit sekarang jadi late post sih ceritanya hehe
btw kalian sedih gk sih ramadhan bakal berakhir?
kalau dulu masa kecil senang sekali menyambut hari raya, pakai baju baru, dapat banyak angpau dari sanak famili dan tidak memikirkan ramadhan akan berakhir
seiring berjalannya waktu mengajak ku untuk tumbuh dewasa sehingga entah kenapa aku enggan berpisah dg ramadhan, takut ibadahku masih biasa" saja, khawatir aku tidak bisa menyambut ramadhan dg sebaik mungkin, semoga dg berakhirnya bulan Ramadhan ini kita semakin bertakwa untuk kedepannya amiinš¤²
Ramadhan selalu menjadi momen yang sangat istimewa bagi saya, bukan hanya karena tradisi dan kegembiraan menyambut hari raya, tetapi juga karena waktu ini mengajarkan banyak hal tentang kesabaran, pengendalian diri, dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Pada masa kecil, saya selalu menantikan Ramadhan dengan penuh semangat karena momen itu juga identik dengan baju baru dan angpau dari keluarga. Namun, seiring bertambahnya usia, saya mulai merasakan perubahan dalam cara pandang saya terhadap Ramadhan. Kini, Ramadhan terasa lebih mendalam dan penuh makna spiritual. Saya tidak hanya fokus pada perayaan, tetapi juga pada bagaimana memaksimalkan kualitas ibadah selama bulan suci ini. Ada rasa takut dan khawatir, apakah ibadah saya sudah cukup, apakah saya sudah memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Namun, saya juga belajar untuk menerima bahwa proses menjadi lebih baik adalah perjalanan yang berkelanjutan. Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi saya adalah rutinitas sehari-hari saat Ramadhan, yang terekam dalam sebuah hari saya: memulai hari dengan jalan-jalan subuh, tilawah Al-Quran, membuat jajanan tradisional yang dikenal dengan ladran, menjemur pakaian, mengaji bersama, hingga darusan menjelang malam. Rutinitas ini membuat saya merasa lebih teratur dan terhubung dengan nilai-nilai spiritual yang hendak saya pelajari terus-menerus. Ketika Ramadhan berakhir, ada kekhawatiran nyata dalam diri saya akan meninggalkan kebiasaan baik yang sudah terbentuk. Namun, saya mencoba mengubah kekhawatiran itu menjadi motivasi untuk tetap melanjutkan amalan-amalan baik sepanjang tahun. Saya percaya bahwa Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan haus selama sebulan, tapi juga soal meningkatkan kualitas diri dan ketakwaan yang akan menjadi bekal untuk kehidupan kedepannya. Saya berharap setiap selesai Ramadhan, kita semakin termotivasi untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, dan menjalin hubungan yang lebih baik dengan keluarga dan lingkungan sekitar. Semoga kita semua bisa terus menjaga semangat Ramadhan, menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman hidup, bukan hanya sekadar rutinitas tahunan. Semoga bulan Ramadhan berikutnya datang dengan lebih banyak keberkahan dan kesungguhan dalam beribadah.