Kita Semua Beruntung

2025/9/7 Diedit ke

... Baca selengkapnyaAku makin sadar kalau kalimat "kita semua beruntung dengan caranya masing-masing" itu bukan sekadar kata-kata manis. Dulu aku sering bandingin hidupku sama orang lain, apalagi pas lihat media sosial: ada yang kariernya cepat naik, ada yang nikah duluan, ada yang kelihatan hidupnya lancar banget. Rasanya kayak aku ketinggalan jauh. Tapi pelan-pelan aku belajar, ternyata bentuk keberuntungan tiap orang itu beda. Ada yang diberi rezeki berlimpah, tapi mungkin diuji lewat kesehatan atau keluarga. Ada yang jalannya karier belum terlalu lancar, tapi hatinya dikuatkan, punya support system yang selalu ada, atau diberi ketenangan batin. Dari situ aku mulai latihan melihat hal-hal kecil yang bisa aku syukuri setiap hari. Sekarang aku punya kebiasaan kecil: sebelum tidur, aku coba ingat minimal tiga hal yang bisa aku syukuri hari itu. Sesederhana bisa makan tepat waktu, masih punya pekerjaan, sempat ngobrol sama orang yang aku sayang, atau cuma sekadar bisa istirahat dengan tenang. Ternyata, saat fokus ke hal-hal seperti itu, perasaan iri dan kurang jadi pelan-pelan berkurang. Aku juga pernah di fase ngerasa jalannya nggak lancar-lancar, banyak rencana yang gagal. Tapi di balik itu, aku merasa hatiku justru dikuatkan. Aku jadi lebih dekat sama Tuhan, lebih ngerti arti "berserah" dan "bersyukur". Dari situ aku mulai percaya, kalau belum diberi apa yang aku mau, mungkin karena lagi disiapkan sesuatu yang lebih pas buat aku. Kalau kamu lagi ngerasa hidupmu berat atau merasa kurang terus, coba pelan-pelan ubah sudut pandang. Bukan berarti kita pasrah tanpa usaha, tapi sambil tetap berjuang, kita juga belajar menerima bahwa takdir tiap orang memang berbeda. Kita tetap berharga meski tidak sama dengan orang lain. Intinya, kita semua beruntung dalam takdir kita masing-masing. Ada yang jalannya dipermudah, ada yang hatinya dikuatkan. Yang penting, jangan lupa bersyukur dan jangan terlalu keras sama diri sendiri. Peluk diri sendiri, istirahat kalau capek, lalu mulai lagi pelan-pelan. Karena keberuntungan itu kadang bukan datang dalam bentuk yang kita harapkan, tapi dalam bentuk yang kita butuhkan.