jadi sebenernya kepengen curhat, bukan tentang orang yg meninggal ya, tapi lebih tepatnya temen yg "Resign kerja"
jadi aku punya temen yg panggil saja "A"
dia itu orangnya cukup tegas, banyak bicara, nggak mau susah (menurutku) jadi kalo dines bareng dia itu kalo ada kerjaan dia mau jadi bossnya dan aku kacungnya. hadeeeh...
Sampek satu hari aku dipindah divisi lah dari dia jadi jarang ketemu.
nahh... hari ini tuh nggak sengaja ketemu, pas aku lagi riweuh banget pokoknya, dia manggil terus aku nengok, dia cuma senyum aja, kaya senyum yg tulus banget dan belum pernah gw liat dia begitu secara karakternya tegas.
dan nggak sengaja pas scrol2 status temen yg satu divisi sama si "A" ternyata hari ini hari terakhir dia kerja karna mau resign ikut suaminya si katanya, tapi entah kenapa di hati kok kerasa perih ya, makin lama temen makin berkurang pada resign kerja dengan berbeda2 alasan, meskipun aku tau untuk kebaikan mereka juga , tapi rasanya terlalu perih untuk kehilangan teman yg bersama sejak lama meskipun isinya kebanyakan ribut,
Teman itu adalah orang yg bisa membuat kita lupa akan Lara, meskipun bersamanya selalu saja beradu bicara.
Teman itu adalah dia yg berani mendesakmu menjadi menerima semua pendapatnya, meskipun itu membuatmu mengumpat tentangnya.
semoga kita ketemu di lain waktu dalam keadaan yg lebih baik ya kawan.
... Baca selengkapnyaSeringkali kita merasa perih saat seorang teman yang sudah lama bersama dalam keseharian di tempat kerja memutuskan untuk resign. Meski perpisahan itu terkadang membawa kebaikan bagi mereka yang memilih jalannya sendiri, rasa kehilangan tetap sulit dihindari. Teman yang dulu sering berdebat, bercanda, bahkan kadang bertengkar, sejatinya adalah sosok yang membuat hari-hari kita lebih berwarna.
Dalam sebuah hubungan pertemanan di lingkungan kerja, kehadiran seseorang yang tegas dan vokal, seperti teman yang disebut 'A' dalam cerita ini, bisa jadi sumber energi sekaligus tantangan. Meski kadang membuat kita merasa seperti 'kacung' saat dia ingin menjadi pemimpin, kehadirannya tetap memberi arti tersendiri dalam keseharian kita.
Perpisahan yang dilengkapi oleh senyuman tulus seperti yang dialami penulis saat bertemu lagi dengan teman tersebut adalah momen yang sangat berarti. Senyum itu menyampaikan banyak hal tanpa kata, menandakan adanya penghormatan, ikatan yang tidak mudah putus, dan harapan akan kebahagiaan di jalan hidup masing-masing.
Kata-kata dalam pesan yang ditemukan lewat OCR juga menguatkan nuansa perpisahan yang tidak berujung duka, melainkan sebuah penanda bahwa kenangan dan pengalaman bersama tetap hidup dalam ingatan. Pesan itu mendorong kita untuk selalu mengingat kebersamaan dan berharap perjumpaan di masa depan dalam kondisi yang lebih baik.
Saat teman-teman resign, itu bukan cuma kehilangan rekan kerja, tapi kehilangan bagian dari cerita hidup yang selama ini membentuk hari-hari kita. Oleh karena itu, penting untuk menerima perpisahan dengan hati lapang dan terus menjaga hubungan walau jarak memisahkan. Semoga perpisahan ini jadi awal yang baik bagi semua pihak dan memberi kesempatan untuk bertemu dengan semangat baru di waktu mendatang.
👍