masyaallah banget pokoknya 🥴
Mengasuh balita memang penuh tantangan, terutama ketika mereka mengekspresikan keinginan dengan cara yang khas seperti berlari saat diturunkan, menolak digandeng, atau bahkan kabur saat dikejar. Saya pernah mengalami momen-momen ini ketika mengasuh keponakan, yang membuat saya belajar banyak tentang kesabaran dan pendekatan yang tepat. Salah satu hal penting yang saya temukan adalah memahami bahwa fase toddler itu adalah masa di mana mereka mulai mengeksplorasi dunia dan menguji batas. Misalnya, ketika anak menolak digendong atau digandeng, itu biasanya karena mereka ingin lebih mandiri dan merasa bosan jika selalu dibatasi. Daripada memaksa, saya mencoba memberikan pilihan sederhana seperti memilih baju atau mainan sebelum pergi keluar, sehingga mereka merasa kontrol atas situasi. Selain itu, menghindari kekerasan atau suara keras adalah kunci agar anak tidak takut dan justru memberontak lebih keras. Lebih baik menggunakan bahasa tubuh dan nada suara yang lembut sambil memberikan pengertian singkat dan konsisten. Menghadapi balita yang ‘dikejar kabur’ atau ‘digendong berat’ bukan berarti harus mengalah sepenuhnya. Saya mencoba mengalihkan perhatian mereka dengan permainan atau aktivitas yang mereka sukai sebagai pendekatan positif. Kadang, saya juga memberitahu mereka bahwa sesekali harus istirahat dan digendong agar tidak kelelahan. Dengan pengalaman ini, saya semakin paham bahwa penting untuk sabar dan kreatif dalam menghadapi sikap balita yang sulit diatur, dan setiap anak butuh pendekatan yang berbeda. Semoga tips ini membantu para orang tua dan pengasuh untuk lebih siap dan enjoy dalam menjalani fase penting tumbuh kembang anak.










