Penanaman bibit pohon dalam rangka aksi nyata Ekoteologi yang di gagas Kementerian Agama RI
Pengalaman saya mengikuti gerakan penanaman bibit pohon yang merupakan bagian dari Ekoteologi sangat menginspirasi. Pada bulan Mei 2025, di depan Gereja Katolik St Bengkurung, saya menyaksikan bagaimana bibit pohon yang ditanam mulai tumbuh dengan baik. Setahun berlalu, pohon-pohon tersebut menunjukkan perkembangan yang nyata, dengan pertumbuhan tinggi dan jumlah daun yang bertambah, menandakan kondisi lingkungan yang sehat dan dukungan masyarakat setempat. Kemudian, pada Mei 2026, saya kembali berpartisipasi dalam penanaman pohon di samping Masjid Raya Barus, tidak jauh dari MAN 1 Tapanuli Tengah. Lokasi ini dipilih strategis untuk memberikan manfaat ekologis sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Pengalaman langsung ini membuat saya yakin bahwa gerakan penanaman pohon ini bukan hanya soal menanam, tetapi juga membangun harapan dan komitmen kolektif agar bumi tetap hijau dan nyaman untuk generasi masa depan. Dengan bibit pohon yang tumbuh dan berkembang, diharapkan manfaat ekologis dan sosial dapat dirasakan secara luas, mulai dari penyerapan karbon hingga keindahan dan keteduhan lingkungan. Saya sangat merekomendasikan kepada siapa pun untuk ikut serta berkontribusi dalam aksi nyata seperti ini. Penanaman pohon bukan hanya tindakan fisik, tetapi juga sebuah simbol kepedulian dan tanggung jawab terhadap bumi dan makhluk hidup lainnya.












































