... Baca selengkapnyaJujur waktu pertama kali beli cincin emas 24 karat, aku tuh kepincut banget sama tampilannya. Warnanya kuning terang, mewah, kelihatan “mahal”. Apalagi katanya emas 24K itu paling murni, 99,99%. Di kepala aku: wah ini pas banget buat tabungan masa depan sekaligus perhiasan harian.
Tapi setelah dipakai rutin hampir tiap hari, realitanya mulai kerasa. Bentuk cincin yang awalnya bulat sempurna lama-lama jadi agak peyang, terus lama-lama beneran keliatan bengkok. Sampai ada satu momen aku kaget sendiri, kok cincinku kayak kotak gitu bentuknya. Di situ baru ngeh, “Oh, ternyata emas 24 karat tuh memang lunak banget ya.” Buat yang masih penasaran apakah emas 24 karat lunak, jawabannya: iya, super lembek. Kena tekanan dikit atau kebentur barang keras aja bisa langsung berubah bentuk.
Waktu aku bawa ke toko emas, mereka cek lagi kadar dan kondisi cincin. Nah di sini baru kerasa potensi ruginya. Karena bentuknya sudah jauh dari sempurna, mereka ada potongan harga kalau mau dijual atau ditukar. Ada juga toko yang maunya ditimbang lelehan aja, jadi sudah nggak dihargai sebagai perhiasan cantik, cuma dinilai sebagai emas mentah. Di situ aku agak nyesel sih, soalnya waktu beli harganya lumayan, tapi pas mau dijual lagi rasanya rugi.
Dari pengalaman ini, aku mulai belajar bedain fungsi emas 24K dan emas kadar lain. Emas 24 karat menurutku lebih cocok buat investasi atau tabungan jangka panjang, misalnya dalam bentuk logam mulia (LM), bukan cincin atau gelang yang dipakai harian. Kalau pun mau model cincin emas LM terbaru yang lagi hits, mending dipakai sesekali aja, jangan buat harian apalagi kalau kerjaannya banyak aktivitas rumah seperti cuci piring, angkat galon, beres-beres, dan sebagainya.
Untuk perhiasan harian seperti cincin, gelang emas, atau kalung yang sering banget kepakai, sekarang aku lebih pilih emas 18K atau 22K. Warnanya memang nggak se-kuning 24K, tapi jauh lebih kuat dan nggak gampang penyok. Jadi kalau buat kado perhiasan ke orang tersayang, apalagi yang bakal dipakai tiap hari (misalnya cincin nikah atau cincin couple), aku pribadi lebih rekomendasikan 18K/22K daripada 24K.
Kalau buibu lagi cari model cincin emas LM terbaru cuma buat disimpan atau dipakai pas acara tertentu, emas 24K masih oke banget menurutku. Tapi kalau tujuannya buat dipakai terus, siap-siap aja menghadapi risiko cincin bengkok, peyang, atau berubah bentuk. Sekarang setiap mau beli emas, aku selalu tanya dulu ke tokonya: ini cocoknya buat investasi atau perhiasan harian? Biar nggak rugi dan nggak nyesel di belakang.
Ada yang punya pengalaman sama? Cincin emas 24 K atau gelang emas-nya pernah bengkok juga? Share di kolom komentar ya, siapa tahu kita bisa saling tukar tips soal perhiasan dan tabungan emas buat masa depan.
kalo emas 24K d jadikan perhiasan emang kayak gt kak.. dia g bisa keras kak