IRT Pernah Gak Anak Salah Seragam Sekolah ?

Hallo Buibu Lemo 🍋

Balik lagi di konten random IRT 30++ beranak satu 🤗

Mau sharing aja buibu...

jadi bebrapa kali di sekolah anakku itu, ada yang saltum alias salah pakai seragam. Di minggu ini aja udah ada 3 anak yang saltum. Alasannya yang paling sering karena: 1. lupa , 2. masih basah.

Untuk Alasan pertama kayaknya gak ada obatnya ya, nama nya lupa mau gimana 🤷‍♀️. Untuk alasan kedua karena basah ??? Padahal seragamnya cuma di pakai seminggu sekali, yang artinya seragam itu setiap hari ganti dan akan di pakai lagi minggu depan.

Ini aku bicara sebagai #POVOrangTua yang punya anak TK, bukan anak yang jenjang sekolah nya lebih tinggi, misal SD, SMP Atau SMA, itu sih udah bukan tanggung jawab orang tua lagi.

Yang aku sorot lebih ke anaknya, aku acungin jempol buat anaknya yang masih mau sekolah dengan seragam yang salah itu. Orang tua nya juga keren, bisa bikin anaknya tetap PD.

Tapi kalau kejadian ini berulang, lebih kasian ke anaknya ya 🙁.

Anak saltum, seragamnya beda sendiri, dan dia jadi pusat perhatian. Padahal yang lupa itu kita, orang tuanya. Tapi yang harus nahan malu? Anaknya !

Dan untuk menghindari ini tuh yang aku lakukan adalah :

1. Siapin seragam anak dari malam hari

2. langsung cuci baju anak setelah di pakai, yang penting seragam di cuci dulu, mau baju yang lain tarsok juga gak masalah.

3. Ajarain anak untuk hapalin seragamnya, jadi kalau ibu lupa, anak bisa ngingetin.

Kalau buibu pernah gak sih salah pake in seragam anak ???

#TentangKehidupan #PerasaanKu #Lemon8IRT #lemon8parenting

2025/11/20 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai seorang ibu rumah tangga yang juga pernah mengalami momen anak salah pakai seragam sekolah, saya ingin berbagi pengalaman supaya ibu-ibu lain tidak terlalu stres jika menghadapi situasi serupa. Pertama, saya mulai menyiapkan seragam anak sejak malam hari agar keesokan paginya tidak terburu-buru dan terhindar dari lupa. Memang kadang lupa adalah hal manusiawi, tapi persiapan yang matang membantu mengurangi risiko tersebut. Kedua, langsung mencuci seragam yang sudah dipakai adalah kebiasaan saya untuk memastikan seragam kering dan siap dipakai minggu depan. Ini juga mengurangi alasan seragam basah yang sering membuat anak terpaksa menggunakan baju lain. Ketiga, saya mengajarkan anak mengingat seragam yang harus dipakai, agar mereka juga bisa mengingatkan saya apabila lupa. Anak menjadi lebih mandiri dan percaya diri mengenakan seragam yang tepat. Mengenai situasi di mana anak pakai seragam berbeda dan merasa malu, saya juga merasakan kasihan pada anak karena perhatian justru tertuju pada kesalahan yang sebetulnya dari orang tua. Oleh karena itu, sambil mempersiapkan lebih cermat, kita juga perlu memberikan semangat dan dukungan agar anak merasa percaya diri. Pengalaman ini juga mengingatkan saya bahwa ketelitian dalam menyiapkan perlengkapan sekolah adalah wujud pengamalan sifat teliti yang penting untuk membangun kebiasaan baik si kecil. Jadi, untuk ibu-ibu lainnya, jangan ragu untuk membagikan tips dan pengalaman supaya kita sama-sama belajar dan berbagi solusi.

Cari ·
whats in my bag school