Budget THR IRT Cuma 500 Ribu, Cukup Gak Sih?
Hallo Buibu Lemo 🍋
Balik lagi di konten random IRT 30++ beranak satu 🤗
Tahun ini aku cuma siapin 500rb untuk THR.
Ada yang bilang kekecilan. Ada juga yang bilang realistis.
Menurutku, yang penting bukan angkanya, tapi kondisi keuangan kita masing-masing.
Ngasih THR itu kadang bukan soal mampu atau nggak. Tapi soal enak gak sama omongan orang 😅
Tahun ini aku pilih realistis.
500rb dibagi secukupnya, tanpa maksa.
Karena tiap keluarga beda cerita.
Menurut Buibu, cukup gak?
Yuk diskusi sehat di komentar. Siapa tau bisa jadi insight buat IRT lain juga 🤍✨
#RamadhanGuide #MomenBerharga #Lemon8IRT #PuasaPintarUang #thrlebaran
Jujur aja, waktu pertama kali narik uang 500 ribu dari ATM dan lihat uang receh lembaran seratus ribu di tangan, aku sempat mikir: ini cukup nggak sih buat THR? Apalagi kalau mulai ngelist siapa aja yang mau dikasih. Tapi makin ke sini, aku belajar kalau kuncinya bukan gede-gedean nominal, tapi sadar diri sama kondisi dompet. Cara aku ngatur 500 ribu buat THR, biasanya dimulai dari bikin daftar penerima. Misalnya: orang tua, ART (kalau ada), keponakan yang masih kecil, plus cadangan für tamu dadakan. Dari situ baru dibikin kisaran nominal. Yang usianya masih kecil bisa dikasih uang receh 10–20 ribu, yang dekat banget mungkin 50–100 ribu. Jadi uang 500 ribu di tangan itu pelan-pelan dibagi dengan lebih terencana, bukan asal bagi terus akhir bulan kelabakan. Aku juga pakai semacam "rumus" biar nggak boncos: kira-kira dulu jumlah penerima, kalikan dengan nominal rata-rata, baru tentukan total budget THR. Kalau ternyata lewat dari kemampuan, berarti nominal per orang dikurangi, bukan maksa nambah uang dari pos lain. Soalnya aku nggak mau pakai uang kebutuhan dapur atau sekolah anak cuma demi kelihatan berlebih pas Lebaran. Lebih baik THR sederhana tapi hati tenang, daripada ikut standar orang lain dan ujung-ujungnya stres. Pengalaman beberapa tahun lalu, aku pernah nggak bikin perhitungan. Uang di tangan rasanya banyak, padahal cuma sekitar 500–700 ribu. Karena nggak diatur, semua yang mampir dikasih tanpa lihat budget. Hasilnya, setelah Lebaran malah bingung bayar kebutuhan lain. Dari situ aku sadar, pegang uang 500 ribu di tangan itu kelihatan kecil kalau dibanding orang lain, tapi bisa terasa cukup kalau dibarengin strategi. Buat buibu yang THR-nya juga terbatas, nggak apa-apa kok kasih seadanya. Kalau memang nggak bisa ngasih uang, bisa diganti bentuk lain, misalnya masakin makanan, bawain kue, atau sekadar silaturahmi. Intinya, Lebaran itu soal momen dan niat baik, bukan nominal. Aku pribadi sekarang lebih tenang, karena tahu setiap lembar uang receh yang keluar sudah dipikirkan, bukan hasil impuls. Dan yang paling penting, aku nggak lagi merasa bersalah cuma karena THR nggak sebesar orang lain. Kalau buibu juga lagi pegang uang 500 ribu di tangan dan bingung cara bagi THR, coba tulis penerima, tentukan prioritas, sisihkan sedikit cadangan buat keperluan mendadak, baru bagi sesuai kemampuan. Kita sama-sama belajar realistis, biar setelah Lebaran dompet tetap aman dan hati tetap lega.





bener banget kak.. semampunya ajh.. gek perlu buat orang lain terkesan.. karna setelah lebaran kita perlu dana buat nyambung hidup.. biar lebih tenang juga..