Terbanglah…

meski sayapmu pernah patah oleh luka,

meski langit terasa jauh dari harapan.

Karena setiap jatuhmu

bukan akhir dari perjalanan,

melainkan cara semesta

mengajarkanmu arti bertahan.

Terbanglah…

bukan untuk lari dari kenyataan,

tapi untuk menemukan kembali

dirimu yang pernah hilang.

Dan jika nanti kau sampai di ketinggian itu,

ingatlah

kau pernah hampir menyerah,

namun memilih untuk tetap terbang.

5/1 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPuisi "Terbanglah" ini benar-benar menyentuh hati dan memberi dorongan kuat untuk melanjutkan hidup walau pernah mengalami luka dan hampir menyerah. Dari pengalaman pribadi, saya pernah melalui masa-masa sulit di mana harapan terasa jauh dan sayap hati saya patah. Namun, seperti yang disampaikan dalam puisi ini, setiap jatuh bukanlah akhir, melainkan pelajaran berharga dari semesta untuk belajar bertahan. Saya belajar bahwa terbang bukan hanya soal melarikan diri dari masalah, melainkan menemukan kembali diri kita yang mungkin selama ini hilang karena beban hidup. Momen ketika kita berhasil bangkit dan terus berjuang, itulah saat kita mencapai 'ketinggian' yang sesungguhnya — bukan dari kesempurnaan, tapi dari keberanian untuk tidak menyerah. Melalui puisi ini, saya merasa diajak untuk tidak takut menghadapi kenyataan, menerima luka sebagai bagian dari perjalanan, dan membiarkan setiap air mata menjadi kekuatan. Kata-kata seperti "meski sayapmu pernah patah" dan "bukan akhir dari perjalanan" sangat kuat membangkitkan semangat saya untuk tetap maju dan percaya bahwa masa depan masih penuh harapan. Bagi siapa pun yang membaca dan merasakan hal serupa, saya percaya bahwa mengingat perjuangan dan keberanian untuk terbang kembali sangat penting untuk menjaga motivasi diri. Semoga puisi ini bisa menjadi teman dan sumber inspirasi, mengingatkan kita bahwa hidup adalah tentang terus melangkah meskipun tidak mudah, karena di setiap perjuangan ada makna yang mendalam dan kesempatan untuk menemukan kekuatan baru.