pengen exfoliasi ? tapi skin barier rusak ?

ini penjelasan nya ✨ dan ada 3 kesalahan exfoliasi Yg harus kalian tau

5/2 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMengalami kerusakan skin barrier membuat proses exfoliasi menjadi tantangan tersendiri. Berdasarkan pengalaman saya, sangat penting untuk mengenali kondisi kulit sebelum memulai skincare aktif seperti exfoliasi. Ketika skin barrier rusak, kulit cenderung merah, perih, dan mudah berjerawat. Jadi, exfoliasi yang berlebihan atau terlalu sering bukan solusi. Salah satu hal yang saya praktikkan adalah fokus pada basic skincare dulu, seperti menggunakan gentle cleanser, moisturizer yang menenangkan, dan sunscreen setiap hari. Barulah setelah gejala merah dan perih berkurang, saya mulai exfoliasi secara perlahan, satu sampai dua kali seminggu menggunakan produk dengan konsentrasi rendah. Selain itu, hindari penggunaan bersamaan antara exfoliasi dengan bahan aktif lain seperti retinol dan vitamin C. Pengalaman saya menunjukkan, mengombinasikan banyak produk aktif dalam satu waktu justru memperparah iritasi dan kerusakan skin barrier. Sunscreen tidak boleh dilewatkan karena kulit yang sedang proses regenerasi menjadi lebih sensitif terhadap sinar UV, bahkan di dalam ruangan. Sunscreen dengan SPF minimal 50 dan PA+++ saya gunakan sebagai pelindung utama agar kulit tidak tambah kusam atau mengalami hiperpigmentasi. Intinya, exfoliasi harus disesuaikan dengan kebutuhan kulit dan kondisi health skin barrier. Mulailah dari yang ringan, perhatikan reaksi kulit, dan jaga kelembapan kulit dengan baik. Dengan cara ini, exfoliasi bisa menjadi langkah efektif untuk membuat kulit lebih sehat dan cerah tanpa risiko kerusakan berlebih.