Media tanam nggak harus mahal, yang penting gembur

Kabupaten Paser
1/13 Diedit ke

... Baca selengkapnyaBuat yang baru mulai berkebun di rumah, biasanya bingung soal media tanam: tanah gembur itu seperti apa, pupuk kandang yang sudah matang cirinya gimana, sampai sekam bakar setengah matang boleh dipakai atau tidak. Aku juga dulu sama, jadi di sini aku rangkum versi pengalaman pribadi. 1. Tanah gembur itu seperti apa? Tanah gembur adalah tanah yang remah, nggak padat, kalau dipegang bisa dikepal tapi gampang hancur lagi. Warnanya biasanya cokelat tua sampai hitam (apalagi kalau banyak bahan organik), dan kalau ditusuk jari terasa empuk, bukan keras. Tanah gembur bikin akar tanaman gampang menembus tanah, sirkulasi air dan udara juga enak, jadi akar tanaman di tanah gembur biasanya lebih sehat dan banyak serabut akarnya. Kalau di halaman rumah cuma ada tanah kebun biasa yang masih keras, aku biasanya: - Ambil tanah bagian atas (top soil), buang batu, akar, dan sampah. - Diayak supaya strukturnya lebih halus. - Dijemur dulu untuk mematikan jamur dan hama. Hasilnya tanah kebun gembur dan lebih aman dipakai sebagai media tanam pot. 2. Ciri pupuk kandang matang Pupuk kandang matang itu kunci media tanam gembur dan subur. Kalau masih mentah, akar tanaman bisa gosong atau busuk. Ciri pupuk kandang matang dari pengalamanku: - Warna: hitam atau cokelat sangat tua, mirip kompos matang warna hitam gembur. - Tekstur: remah, tidak menggumpal keras, tidak panas saat dipegang. - Bau: tidak menyengat lagi, lebih mirip bau tanah hutan yang lembap. Kalau pupuk kandang matang tekstur remah ini dicampur tanah, struktur tanah langsung jadi lebih gembur dan kaya nutrisi. 3. Sekam bakar dan sekam bakar setengah matang Sekam bakar gunanya untuk bikin media tanam jadi poros, nggak becek, dan akar bisa bernafas. Aku lebih suka sekam bakar yang benar-benar matang, hitam merata, dan ringan. Sekam bakar setengah matang biasanya masih ada bagian cokelat keemasan dan kalau dicium baunya masih seperti sekam terbakar sebagian. Sebenarnya masih bisa dipakai, tapi takaran jangan terlalu banyak dan sebaiknya diangin-anginkan dulu supaya lebih stabil. 4. Campuran media tanam jadi Versi simpel media tanam jadi yang sering kupakai: - Tanah kebun gembur: 2 bagian - Pupuk kandang matang: 1 bagian - Sekam bakar: 1 bagian Ini mirip konsep "media tanam yang terdiri atas tanah, kompos, dan bahan penggembur" dengan perbandingan seimbang. Bisa juga ganti pupuk kandang dengan kompos matang warna hitam gembur. Kalau mau ditaruh di pot, bahan yang digunakan sebagai alas media tanam dalam pot tanaman adalah pecahan batu bata atau kerikil tipis untuk drainase, baru di atasnya media tanam gembur tadi. Ini bikin air nggak menggenang dan akar tanaman lebih aman. Tanah bekas pembakaran sampah menurutku kurang ideal karena kadang tercampur plastik atau logam, jadi lebih baik fokus ke sekam bakar dan pupuk kandang matang saja. Setelah semua bahan dicampur, aku biasanya diamkan dulu 3–7 hari supaya media tanam lebih "hidup" dan stabil, baru dipakai untuk menanam. Dengan media tanam gembur dan subur seperti ini, tanaman di kebun rumahan dan pot biasanya tumbuh lebih cepat dan nggak gampang stres.