Mon maaf klo gak foto gak laku.. kita dahang online kudu banyak foto dan postingnya 🤪

1/31 Diedit ke

... Baca selengkapnyaBerjualan online memang menuntut kreativitas dan konsistensi, terutama dalam hal mengelola konten visual. Dari pengalaman saya, sering kali kita merasa enggan atau malas untuk terus-menerus mengambil foto produk, apalagi membuat video. Namun, seperti yang banyak pelaku bisnis online katakan, "Dikit-dikit foto" dan "Ngapain aja divideo" itu bukan sekadar kegiatan, melainkan bagian penting dari pekerjaan kita. Salah satu kesulitan terbesar adalah menjaga agar konten tetap segar dan menarik bagi calon pembeli. Dengan terus mengunggah foto terbaru, kita memberikan alasan bagi followers untuk tetap tertarik dan terus mengikuti produk kita. Kadang, yang sederhana seperti memperlihatkan proses pembuatan produk atau cerita di balik layar bisa memberikan dampak besar. Saya sendiri pernah mengalami peningkatan penjualan signifikan setelah rutin memposting foto dan video meskipun saya merasa "ga ada kerjaan banget" untuk itu. Selain itu, konsistensi dalam berkomunikasi melalui konten juga membangun kepercayaan. Pembeli merasa lebih dekat dan yakin dengan kualitas produk karena sering melihat update dari penjual. Jadi, jangan merasa bahwa foto dan video hanyalah tugas tambahan; justru ini adalah inti dari pemasaran online. Sebagai tambahan, manfaatkan berbagai fitur yang tersedia di media sosial seperti Instagram Stories atau TikTok untuk membuat konten yang interaktif dan menghibur. Ingat, jualan online bukan hanya soal produk tapi juga soal membangun hubungan dengan konsumen. Jadi, jangan ragu untuk memulai hari dengan kamera dan sedikit kreativitas—karena memang kerjaan kita adalah membuat produk dikenal luas dengan cara yang menyenangkan dan kreatif.