Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menggelar konferensi pers pasca pelaksanaan Pekan Nasional Petani Nelayan XVII di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Sabtu (27/06/2026) malam.
Dalam pemaparannya, Gusnar mengulas proses panjang penetapan Provinsi Gorontalo sebagai tuan rumah.
Menurutnya, ada banyak dinamika dan tantangan yang dilalui hingga keputusan final.
...
baca berita selengkapnya dengan mengklik link di bio kami. #gubernurgorontalo #gusnarismail #gorontalo #gorontalotiktok #gosulutid
Menjadi tuan rumah Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) tentu bukan hal yang mudah dan penuh tantangan. Dari cerita yang saya dengar dan alami sendiri di Gorontalo, proses penetapan ini memerlukan koordinasi intens antara pemerintah daerah, kementerian terkait, dan berbagai pihak pelaku pertanian dan perikanan. Selain harus memenuhi kriteria teknis dan administrasi, faktor politik dan evaluasi berkelanjutan juga sangat memengaruhi keputusan akhir. Menurut perkembangan yang dilaporkan dan dialog dengan pemerintah provinsi, penetapan Gorontalo sebagai tuan rumah PENAS XVII didiskusikan sejak 2023, melalui berbagai tahap validasi dan verifikasi oleh Kementerian Pertanian. Pada penentuan terakhir yang rencananya akan diumumkan Desember 2025, Gorontalo dipastikan dipilih setelah melewati serangkaian pertimbangan, termasuk hasil Pilkada 2024 yang memengaruhi preferensi daerah. Pentingnya PENAS bagi Gorontalo juga terkait dengan fokus pembangunan pertanian nasional, khususnya mendukung program food estate yang sedang dikembangkan di berbagai provinsi. Dari pengalaman pribadi, gelaran seperti ini membuka peluang besar bagi petani dan nelayan lokal untuk memperluas jaringan, belajar teknologi baru, dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Saya ingat saat mengikuti beberapa acara pembinaan petani, adanya pemilihan Gorontalo sebagai tuan rumah menumbuhkan semangat tinggi di kalangan masyarakat dan stakeholders terkait. Pelaksanaan PENAS bukan hanya ajang pamer potensi daerah, melainkan juga momentum strategis untuk mengembangkan inovasi pertanian dan perikanan yang berkelanjutan. Dengan adanya dukungan gubernur dan jajaran pemerintah, termasuk Gusnar Ismail, suasana optimisme dan kolaborasi semakin terasa kuat. Saya percaya gelaran ini akan membawa dampak positif jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Gorontalo. Bagi para pembaca yang penasaran dan ingin mengikuti perkembangan terbaru, saya sarankan untuk terus memantau informasi dari sumber resmi serta media lokal yang mengulas pelaksanaan PENAS XVII. Melalui pengalaman dan dialog terbuka, kita bisa bersama-sama mendukung kemajuan sektor pertanian dan perikanan, menegaskan posisi Gorontalo sebagai pusat pengembangan potensi nasional.


















































