Hai, Miiko! Vol 38

Cerita Miiko sebagai anak SMP yang lagi sibuk ikut kegiatan klub basket, lalu ada Mari-chan yang sibuk juga di klub komiknya. Favoritku di bagian Miiko dan Tappei yang pergi kencan di festival musim gugur. Gemas banget! Hubungannya sudah banyak kemajuan, tapi Miiko sepertinya belum sadar dengan perasaannya ya. Disisi lain, volume ini mulai menunjukkan hubungan Mari-chan dengan Yoshida. Mereka juga ada di festival itu. Btw, covernya gemeees, sukaa🫶

⭐️5/5

#ReviewJujur

4/3 Diedit ke

... Baca selengkapnyaBuat kamu yang lagi cari info soal "Hai, Miiko! Vol 38" atau penasaran apakah Miiko dan Tappei akhirnya menikah, aku coba ceritain versi pengalamanku sebagai pembaca lama Kocchi Muite! Miiko. Di volume 38 ini kerasa banget kalau hubungan Miiko dan Tappei pelan-pelan naik level. Walau mereka masih anak SMP, vibe-nya tuh udah kayak first love yang manis. Di adegan festival musim gugur, pas mereka pakai yukata, aku bener-bener ngerasa kalau Tappei makin perhatian sama Miiko. Tatapan, gesture kecil, sampai dialog sederhana di panel festival bikin aku mikir, "Duh, ini kalau lanjut sampai gede bisa banget nih ujung-ujungnya nikah." Tapi di sini belum ada konfirmasi mereka menikah ya, lebih ke petunjuk perkembangan perasaan aja. Menurutku, penting banget buat pembaca baru yang start dari Miiko 38 untuk tahu bahwa seri Hai, Miiko! itu ngikutin tumbuh kembang Miiko dari kecil. Jadi kalau kamu penasaran banget soal masa depan Miiko dan Tappei, idealnya baca dari volume-volume sebelumnya, termasuk "Hai, Miiko! Vol 29" yang juga punya momen penting hubungan mereka. Di vol 29 itu, chemistry mereka mulai kerasa, tapi belum sekuat festival musim gugur di vol 38 ini. Soal adaptasi, banyak yang cari "Kocchi Muite Miiko anime" karena pengin lihat Miiko bergerak dan ngomong langsung. Pengalaman pribadiku, baca manganya dulu bikin kalaupun nanti nonton versi anime, rasanya jauh lebih relate. Panel-panel hitam putih di halaman festival musim gugur yang kelihatan di komik itu punya detail ekspresi yang halus, dan sering kali lebih ngena dibanding versi layar. Yang aku suka dari Hai, Miiko! Vol 38 adalah bagaimana ONO Eriko tetap menjaga keseimbangan antara komedi keseharian, drama remaja, dan romance polos. Misalnya, adegan di klub basket dan klub komik itu kelihatan ringan, tapi pelan-pelan ngasih konteks karakter. Mari-chan di sini bukan cuma sahabat yang lucu, tapi mulai punya perkembangan serius dengan Yoshida. Jadi, bukan cuma Miiko–Tappei yang disorot, tapi juga pasangan lain yang bikin dunia Miiko terasa hidup dan lengkap. Kalau kamu lagi galau mau lanjut baca Miiko sampai puluhan volume atau tidak, vol 38 ini menurutku bisa jadi patokan. Di sini kita udah dapat paket lengkap: sampul komik yang super "gemes", momen festival musim gugur yang hangat, perkembangan hubungan Miiko–Tappei, dan tease hubungan Mari-chan–Yoshida. Setelah tutup buku ini, aku justru makin yakin bakal terus ngikutin sampai suatu saat, entah di volume berapa, kita bener-bener dapat jawaban resmi soal Miiko dan Tappei menikah atau tidak. Intinya, buat kamu yang lagi googling "miiko 38" atau "hai miiko 38" karena penasaran jalan ceritanya, volume ini worth it banget. Kalau suka romance ringan yang tetep kental nuansa SMP dan persahabatan, wajib masuk wishlist baca kamu.