Hai haii, postingan aku datang lagii nih. Yuk kali ini bahas "relationship" lagii, ini juga berhubungan sama satu persiapan mental nih sebelum nikah yaitu tentang "Posting Pasangan di Sosmed Penting Ngga Sih?". Karena ada yg nyaman kalau mereka saling posting atau ada yang milih diem dieman aja, tapi hubungannya sama sama adem tenteram dan bahagia nihh 🤗.
Hayo disini siapa juga yang jarang posting Pasangan atau Suaminya? Aku akuu, aku termasuk orang yang ngga pernah posting, tapii apa aku namanya ngga serius nih sama Do'i kalau ngga pernah posting? 🤔
Eitss tunggu dulu, ternyata "ada yang lain" itu bukan alasan pasangan ngga sering posting tentang pasangannya loh, ada alasan psikologi juga seperti yg aku tulis diatas nihh.
Kalau aku, aku jarang posting foto Do'i tapi kadang aku fotoin refleksi bayangan kalau lagi jalan, atau foto sepatu pas lagi hangout gitu gitu aja, sekedar untuk ngasih info, kalau aku udah nggak sendirian lagii. ☺️
Karena kalau ngga gitu, aku bakal ditawarin buat dikenalin sama A, B atau C biar bisa cepet cepet dapet jodoh. Mungkin karena umur aku yg engga muda lagiii 😁.
Tapi buat yang udah nikah kata psikolog, biasanya emang posting pasangan tu bakal jarang karena rasa cinta mereka udah di another level gituu, karena cintanya udah dibarengi sama komitmen. Jadii upload foto foto gitu kadang dianggap bukan lagi prioritas.
Kalau kalian tim rajin posting atau jarang-jarang aja nihh guys?? atau ada IRT Cantik disini yang masih rajin posting foto pasangan?? Yuk kasih tau aku di kolom komentar 🫶🏼
... Baca selengkapnyaAku pernah ada di fase mikir, “Kalau dia beneran sayang, kok nggak pernah umbar aku di Instagram sih?” Apalagi lihat pasangan lain yang tiap minggu ganti foto bareng, bikin sempat ngerasa kurang dihargai. Tapi makin ke sini, aku sadar kalau ukuran sayang dan serius itu nggak selalu sama dengan seberapa sering kita muncul di feed orang.
Justru salah satu alasan aku nyaman sama seseorang adalah ketika aku bisa jadi diri sendiri tanpa harus selalu ‘dipamerin’. Ada rasa aman saat hubungan kami nggak jadi konsumsi publik. Kami tetap foto bareng, tetap punya momen manis, tapi lebih banyak disimpan di galeri buat dinikmati berdua. Rasanya intimate banget, kayak punya dunia kecil yang cuma kami yang tahu.
Dari sisi psikologis, beberapa orang lebih nyaman menjaga batasan dan privasi. Mereka ngerasa bahwa hal-hal paling berharga justru nggak perlu diumbar. Dia bisa aja tipe yang sayang dalam bentuk lain: perhatian kecil, konsisten hubungi kamu, bantu di saat kamu kesusahan, atau selalu ada kalau kamu lagi drop. Hal-hal kayak gini sering kali bikin kita jauh lebih nyaman dibanding sekadar diposting di story.
Aku juga sadar, rasa nyaman sama seseorang itu muncul ketika kehadirannya bikin hati tenang, bukan was-was. Misalnya:
- Kamu nggak perlu overthinking kalau dia lagi offline, karena sudah percaya.
- Kamu bisa cerita hal paling receh sampai paling berat, dan dia dengerin tanpa nge-judge.
- Dia nggak maksa kamu untuk selalu tampil sempurna di depan orang lain.
Ada juga faktor waktu. Di awal hubungan, beberapa orang mungkin lebih sering posting karena masih euforia. Tapi setelah hubungan berjalan lama, apalagi setelah menikah, fokusnya geser ke hal yang lebih penting: bangun rumah tangga, keuangan, kerjaan, dan mimpi bersama. Feed sosmed jadi bukan prioritas utama lagi.
Aku pribadi nyaman saat pasangan bisa bilang, “Aku nggak sering post kamu, tapi semua orang terdekatku tahu kamu itu siapa buat aku.” Kalimat sesimpel itu kadang lebih ngena daripada caption panjang. Jadi kalau kamu lagi overthinking soal nggak pernah diposting, coba lihat dulu: apakah dia benar-benar bikin kamu merasa nyaman, aman, dan dihargai di dunia nyata? Karena pada akhirnya, yang kita jalani kan hubungan beneran, bukan sekadar konten.
Boleh banget sharing di kolom komentar: hal apa sih yang bikin kamu merasa paling nyaman sama seseorang, selain soal postingan di sosmed?