Anak Rantau, LDM Lagi
MasyaAllah, Sudah mulai berdamai dengan keadaan. menikmati ritme Tuhan saja.
Menjalani kehidupan sebagai anak rantau dan pasangan suami istri dengan status LDM memang penuh tantangan. Saya pribadi juga merasakan bagaimana rasanya harus beradaptasi dengan ritme yang baru dan belajar berdamai dengan keadaan. Ada hari-hari di mana harus bangun pagi untuk beresin anak sekolah, kemudian menyempatkan diri dandan tipis-tipis sebelum berangkat, meskipun hanya untuk menjalankan aktivitas sederhana. Rutinitas seperti belanja sayur, mengecek menu makanan berbasis gizi untuk anak, hingga mengunjungi madrasah tempat anak bersekolah, menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan keluarga meski jarak memisahkan. Me time pun sangat berarti untuk menjaga keseimbangan emosi dan fisik selama menjalani LDM. Mengamati dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan sabar serta mempercayakan segalanya kepada ritme Tuhan membuat saya merasa lebih kuat dan bahagia. Tidak jarang, rutinitas yang tampak sederhana justru membawa kebahagiaan tersendiri yang sulit digantikan. Bagi yang juga menjalani LDM, saya sarankan untuk selalu mencari momen kecil yang bisa dinikmati dan menjadi penguat dari segala rintangan yang dihadapi.
