Perjalanan skill menjahit ku.
hallo lemonade🍋💦
Tau ga dulu aku itu ga sukaa banget jahit.. apa lagi bikin pola.. sulit.. iya sulit bgt bgt bgt.. jadikan pas mau masuk SMK aku dipaksa ibuku ambil tata busana biar aku punya skill jahit yg menurut ibuku itu bakal kepake sampe kpn pun.. padahal aku pengen nya ambil jurusan perhotelan, tapi mnrt ibuk.. perhotelan itu ga ada skill nya buat di kembangkan terlebih kalo udah berumah tangga, bisa berkembang nya ya kalo kerja adi hotel. no offense ya, ini cuma menurut pandangan ibuk ku.
long story short, aku nurut sm ibuku.. aku ambil jurusan tata busana, which is bener dugaan ku, tata busana itu sulit krn semua keluarga ku ga ada background penjahit.. seminggu praktek 2x beserta berbagai PR nya, selama itu pula aku puyeng meraba² sendiri semuanya... beda sama tmn² ku yg masuk busana ya krn mereka punya kluarga yg background nya penjahit.. mereka ga se struggle aku.. tapi okelah.. kau jalani dan alhamdulillah lulus walopun dg nilai rata2 aja gitu bukan yg unggul.
then, setelah lulus.. aku langsung kerja merantau ke tangerang, garment yg menjanjikan klo aku kerja dsitu aku ga akan JAHIT.. aku semangat bgt, dan bner aja setelah 3bln aku di bagian sampel jahit, akhirnya aku diangkat ke posisi Pattern maker, yaitu bagian pembuat pola.. jujur ini juga bukan bagian yg mudah tapi setidaknya ada jenjnag karir yg menunjang aku untuk bisa Kuliah sambil kerja. aku kuliam ambil pendidikan bhs Inggris btw.
setelah lulus kuliah, akupun menikah punya anak dan resign.. dan tau apa? dari beberapa skill ku.. ternyata bener kata ibuk.. skill jhaitvpaling mudah ku kembangkan dirumah sambil momong dan jualan baju anak, scrunchie, daster, jilbab dll..
aku bisa berpenghasilan tanpa hrus ninggalin anak ditengah marak nya peristiwa² daycare akhir² ini.. secara akupun jg masih di perantauan sampe saat ini. jd klo kerja kantoran mau ga mau hrus nitipin anak.
itulah #Myjourney
Pengalaman saya dalam belajar menjahit juga berawal dari ketidaksukaan dan kesulitan yang besar terutama dalam membuat pola. Memang, jika tidak memiliki keluarga atau lingkungan yang sudah familiar dengan dunia jahit-menjahit, proses belajar bisa terasa sangat menantang dan membingungkan. Namun seiring waktu, konsistensi dan kesabaran membawa hasil yang tidak disangka. Saya pun mulai belajar memanfaatkan mesin jahit JANOME, yang sangat membantu mempercepat dan mempermudah proses pembuatan scrunchie dan pakaian anak. Selama menjalani proses ini, saya juga belajar betapa pentingnya mengatur waktu dan prioritas ketika menjadi seorang ibu sekaligus pengusaha kecil-kecilan. Dengan kemampuan menjahit, saya tidak perlu meninggalkan anak saya atau repot menitipkan ke daycare yang seringkali memicu kekhawatiran. Selain itu, menjahit membuka peluang untuk bisnis rumahan yang cukup menjanjikan, seperti membuat scrunchie two tone yang sedang tren atau daster jilbab yang nyaman. Berbagi pengalaman ini, saya menyarankan bagi siapa pun yang ingin memulai skill menjahit untuk tidak mudah menyerah walaupun pada awalnya sulit. Mengikuti kelas tata busana atau kursus pola secara online bisa menjadi langkah awal yang tepat. Jangan takut untuk bereksperimen dan membuat proses belajar menjadi menyenangkan dengan menciptakan produk-produk yang simpel terlebih dahulu. Yang tak kalah penting adalah memilih mesin jahit yang reliable, karena alat yang tepat sangat membantu meningkatkan kualitas hasil jahitan dan efisiensi kerja. Dari pengalaman saya, merek JANOME adalah salah satu pilihan mesin jahit yang bagus untuk pemula sampai profesional. Semoga cerita perjalanan skill menjahit ini bisa memotivasi para pembaca untuk mengembangkan kemampuan tanpa takut akan hambatan awal. Ingat, keterampilan ini bukan hanya soal kemampuan teknis, tapi juga sumber penghasilan dan kebahagiaan yang bisa diciptakan dari rumah.

























kk maaf mau tanya mesin jait ny yg ada meja ny