... Baca selengkapnyaAku dulu sempat bingung bedanya ikan asin biasa dan ikan peda. Ternyata ikan peda itu ikan yang diawetkan dengan cara fermentasi, bukan cuma sekadar diasinkan lalu dijemur. Biasanya pakai ikan kembung, dibersihkan, lalu dibalur garam dan disusun rapat di wadah tertutup. Proses fermentasi ini bisa makan waktu beberapa hari sampai beberapa minggu, makanya rasa dan aromanya lebih kuat dibanding ikan asin biasa.
Kalau mau olah fermentasi ikan peda jadi menu harian, kuncinya di cara mengurangi asinnya. Biasanya aku rendam dulu ikan peda dalam air hangat sekitar 15–20 menit, kadang aku tambah sedikit perasan jeruk nipis biar bau amisnya lebih turun. Kalau peda yang kupunya terasa sangat asin, aku ganti air rendaman 2 kali. Setelah itu, bilas sebentar, tiriskan baru digoreng atau ditumis.
Menu ikan peda favoritku salah satunya ya ikan peda lombok ijo. Selain cabai hijau besar dan cabai rawit hijau, aku suka tambahkan sedikit cabai merah supaya warnanya lebih cantik, mirip fotoku yang ada cabai merah dan hijau di sekeliling piring putih. Bumbu dasarnya simpel: bawang merah, bawang putih, tomat hijau, garam, gula, dan sedikit kaldu bubuk atau bumbu penyedap rasa sapi kalau suka. Kadang aku juga tambahkan sedikit saus tiram supaya rasa gurihnya lebih dalam.
Teknik masaknya kurang lebih begini: ikan peda yang sudah direndam digoreng sebentar sampai kulitnya agak kering, jangan terlalu lama supaya dagingnya tidak keras. Di wajan lain, tumis bumbu iris (bawang, cabai hijau, cabai merah, tomat) sampai harum, masukkan sedikit air, gula, garam, dan saus tiram secukupnya. Setelah bumbu matang dan sedikit mengental, masukkan ikan peda goreng, aduk pelan supaya tidak hancur. Masak sebentar saja sampai bumbu meresap.
Menu ikan peda ini cocok banget disajikan hangat dengan nasi putih. Kadang aku padukan dengan lalapan timun, daun kemangi, dan sambal terasi. Buat yang belum terbiasa dengan fermentasi ikan peda, mulai dulu dengan porsi sedikit dan rendam agak lama supaya asinnya tidak terlalu kaget di lidah. Lama-lama justru nagih karena rasa gurih khas fermentasinya bikin lauk sederhana terasa istimewa.
Selain peda lombok ijo, fermentasi ikan peda juga enak dibuat menu lain seperti peda balado, peda sambal matah, atau sekadar digoreng kering lalu ditabur di atas nasi hangat dan sayur bening. Intinya, selama tahu cara merendam dan menyeimbangkan bumbunya, menu ikan peda bisa jadi andalan masakan rumahan yang murah, praktis, dan kaya rasa.