Xiao Yan datang ke klan Yao bersama Yao Chen. Tujuannya adalah memenangkan kompetisi alkemis tertinggi untuk membersihkan nama gurunya.

Setelah Xiao Yan berhasil memenangkan kompetisi dengan memurnikan Pil Embrio Tingkat 9 di klan Yao.

suasana yang seharusnya penuh perayaan tiba-tiba berubah mencekam.

Hun Xu Zi dari Klan Hun tertawa dingin dan memanggil kekuatan besar.

Tiba-tiba, seluruh langit Alam Yao tertutup oleh api hitam pekat yang dingin. Ini adalah Nihility Devouring Flame (Api Pelahap Kekosongan).

Ruang angkasa di kunci total, bahkan sinyal transmisi pun tidak bisa keluar.

Ketika tetua Klan Yao mulai bertumbangan dan garis keturunan mereka diserap secara paksa oleh api hitam, Yao Dan (Patriark Klan Yao) menyadari bahwa ini adalah akhir dari klannya.memandang Xiao Yan dan Yao Chen dengan tatapan yang sangat kompleks-antara menyesal karena telah mengusir Yao Chen dulu, dan harapan.

"Xiao Yan, dendam antara kau, Yao Chen, dan Klan Yao kita akan dihapus hari ini.

Aku memohon padamu, atas nama garis keturunan yang sama dengan gurumu, bawalah beberapa benih muda Klan Yao pergi dari sini!"

Xiao Yan awalnya ragu karena kepungan Klan Hun sangat rapat, namun Yao Dan terus mendesak sambil memberikan Giok Dewa Kuno Tou She milik Klan Yao kepada Xiao Yan (sebagai pengalih perhatian agar Klan Hun mengejar Xiao Yan, bukan sisa klan yang bersembunyi).

Yao Dan memanggil Yao Ling dan Yao Tian, dua jenius muda yang memiliki garis keturunan paling murni di klan tersebut.

"Mulai hari ini, kalian berdua harus mengikuti Xiao Yan! Jangan pernah berpikir untuk membalas dendam jika kekuatan kalian belum mencapai puncaknya Jaga garisketurunan Klan Yao agar tidak punah!"

Yao Tian yang biasanya sombong hanya bisa menangis gemetar, sementara Yao Ling tampak pucat pasi melihat klannya dibantai

Yao Dan kemudian melakukan Self-Destruction (meledakkan diri) sebagai Dou Sheng tingkat 7 untuk menciptakan lubang kecil di Cermin Pelahap Kekosongan milik Klan Hun.

3/11 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPengalaman mengikuti cerita tentang kehancuran Klan Yao memberikan perspektif mendalam mengenai pengorbanan dan harapan dalam masa sulit. Setelah memenangkan kompetisi alkemis tertinggi dengan kemurnian Pil Embrio Tingkat 9, suasana yang awalnya penuh sukacita berubah drastis ketika api hitam pekat, dikenal sebagai Nihility Devouring Flame, melahap langit Alam Yao. Momen tersebut mengajarkan bahwa kemenangan besar sering kali membawa tantangan baru yang tak terduga. Saya terkesan dengan sikap Yao Dan, patriark yang meskipun menyadari kehancuran klannya, tetap berusaha mengamankan masa depan keluarga dengan mengamanahkan benih muda kepada Xiao Yan. Keputusannya untuk melakukan Self-Destruction sebagai Dou Sheng tingkat 7 untuk menciptakan lubang kecil di Cermin Pelahap Kekosongan menunjukkan tingkat pengorbanan yang luar biasa. Selain itu, peran Xiao Yan sebagai penyelamat yang dihadapkan pada dilema moral dan strategis mengingatkan saya bahwa terkadang keberanian muncul saat menghadapi kepungan dan bahaya besar. Penggunaan Giok Dewa Kuno Tou She sebagai pengalih perhatian adalah taktik cerdas yang memperlihatkan pentingnya strategi dalam situasi genting. Kisah ini juga menggambarkan dinamika emosional karakter seperti Yao Ling dan Yao Tian yang harus menahan luka kehilangan dan rasa bersalah sambil memikul tanggung jawab menjaga garis keturunan. Ini menyiratkan pesan kuat tentang ketahanan dan pentingnya terus melanjutkan perjuangan meskipun berada dalam keputusasaan. Secara keseluruhan, cerita ini bukan hanya tentang kekuatan dan peperangan, tapi juga tentang keberanian, pengorbanan, dan harapan akan masa depan yang lebih baik. Pengalaman tersebut membuat saya lebih menghargai nilai keluarga dan tekad untuk melindungi apa yang paling berharga dalam hidup, bahkan di tengah kehancuran yang besar.