... Baca selengkapnyaSebagai guru honorer, saya paham betul bagaimana perasaan menunggu honor yang kadang datang terlambat, tapi begitu cair, rasanya lega dan bersyukur. Honor sebesar Rp 750.000,- memang belum bisa dikatakan besar, apalagi dengan kebutuhan hidup yang terus meningkat. Namun, uang tersebut tetap menjadi sumber semangat untuk terus mengajar dengan sepenuh hati.
Banyak guru honorer yang seperti saya harus mencari penghasilan tambahan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari mengajar les privat, membuka usaha kecil-kecilan, hingga membantu dalam aktivitas lain di lingkungan sekitar. Meskipun melelahkan, semua dilakukan untuk memastikan kebutuhan keluarga terpenuhi.
Yang paling penting adalah sikap syukur atas segala karunia yang diberikan, sekaligus berusaha terus meningkatkan kemampuan agar kelak mendapatkan penghargaan yang sepantasnya. Semangat saat honor honorer cair merupakan motivasi untuk tetap profesional dalam mendidik generasi penerus bangsa.
Semoga pemerintah terus memperhatikan nasib guru honorer, baik dari segi honor maupun fasilitas pendukung lainnya. Dengan adanya kebijakan yang berpihak, tentu guru honorer dapat lebih fokus dalam menjalankan tugas mulia ini, tanpa perlu khawatir soal penghasilan.