aku anggap semua orang baik

“Aku anggap semua orang baik, lalu saat semuanya berubah… aku malah merasa diriku yang paling jahat.”

Padahal belum tentu begitu. Kadang kamu hanya terlalu sering menyalahkan diri sendiri atas hal-hal yang sebenarnya tidak sepenuhnya salahmu. Hati yang terlalu tulus sering kali memilih diam dan mengalah, sampai lupa kalau dirinya juga pantas dipahami 🤍

#MyJourney #Lemon8 #healingdiary .id

#sembuhdariluka#psikologipositif #psikologi

5/13 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai seseorang yang pernah mengalami perasaan serupa, saya merasa penting untuk berbagi pengalaman bagaimana mengelola emosi saat harapan kita terhadap orang lain berubah. Awalnya, saya selalu percaya bahwa semua orang memiliki niat baik, tapi ketika realita menunjukkan sebaliknya, saya cenderung menyalahkan diri sendiri. Saya merasa seperti menjadi sumber masalah, yang membuat saya merasa jahat. Namun, setelah banyak refleksi, saya menyadari bahwa tidak semua kesalahan harus saya tanggung sendiri. Kadang kita terlalu keras pada diri kita sendiri hanya karena ingin menjaga hubungan dan toleransi dengan orang lain. Hati yang terlalu tulus sering kali memilih untuk diam dan mengalah, padahal kita juga butuh pengakuan dan pemahaman terhadap perasaan kita sendiri. Saran saya adalah penting untuk memisahkan antara niat baik yang sepenuhnya positif dan situasi yang memang berpotensi menyakitkan. Mengenali batasan diri dan mengungkapkan perasaan dengan jujur merupakan langkah awal untuk menyembuhkan diri dari beban perasaan salah yang tidak perlu. Saya mulai menulis diary pribadi untuk menuangkan semua perasaan, yang ternyata sangat membantu dalam menerima dan memahami keadaan. Kita juga harus ingat, tidak semua perubahan buruk pada hubungan melulu kesalahan diri kita. Kadang, perubahan tersebut adalah bagian dari proses hidup dan pembelajaran dalam memahami orang lain dan diri sendiri. Dengan menyadari hal ini, hati yang tulus pun dapat tumbuh dengan penuh pengertian, tanpa harus menyalahkan diri terlalu berlebihan. Jadi, jika kamu merasa dirimu seperti 'yang paling jahat' saat segalanya berubah, ketahuilah kamu tidak sendirian. Belajar memberi ruang untuk menerima perasaan dan menetapkan batasan sehat sangat penting agar tidak kehilangan diri sendiri dalam proses menjaga kebaikan kepada orang lain.