Memulai Journaling

Banyak yang bertanya bagaimana cara mulai journaling, padahal sebenarnya sederhana! Mulailah dengan apa yang kamu punya: pulpen dan buku. Jika kamu menyukai seni, tambahkan pensil warna. Jika kamu ingin menumpahkan isi kepala, gunakan pulpen dan buku saja, lalu tuliskan semua yang ada di pikiranmu. Bebaskan dirimu dari perasaan dan pikiran yang terpendam, dan rasakan bedanya ☺️ #hobbies #journaling #cozyhobbies #momsoftiktok #momlife

1/26 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMemulai journaling tidak perlu rumit atau mahal. Dari pengalaman saya, yang terpenting adalah menemukan "big why" atau alasan utama kamu ingin mulai menulis jurnal. Apakah untuk mengurangi stres akibat overthinking, mengabadikan kenangan sehari-hari, atau sekadar melepaskan uneg-uneg. Saya pernah mencoba berbagai alat tulis estetik, tetapi akhirnya menyadari bahwa yang utama adalah kebiasaan menulis itu sendiri, bukan bagaimana tampilan tulisan di buku. Saya sarankan untuk mulai dengan apa yang ada: pulpen dan buku biasa sudah cukup. Jangan takut tulisan miring, coretan warna-warni yang tidak rata, atau halaman yang loncat-loncat. Semua itu wajar karena journaling adalah kegiatan refleksi pribadi, bukan kompetisi. Bahkan jika kamu hanya menulis satu kalimat setelah beberapa hari, itu sudah pencapaian besar. Kesalahan umum yang saya temui adalah merasa harus konsisten setiap hari, padahal menulis bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan mood kamu. Selain itu, journaling bisa menjadi waktu berharga untuk introspeksi, membantu memahami perasaan dan pikiran yang sulit diungkapkan secara lisan. Saya merasakan manfaat besar ketika menulis di tengah kesibukan sebagai ibu — itu seperti terapi pribadi yang membuka ruang untuk diri sendiri. Yuk, mulai tanpa takut tidak sempurna. Ingat, journaling adalah tentang validasi diri dan kesehatan mentalmu!

Cari ·
membuat jurnal estetik