di bilang"JIJIK" saat reuni
Hi best
aku punya pengalaman buruk dengan acne, aku punya acne dari SMA kelas 11 ditahun 2013 awal saat coba bedak merk p**ds ada gatal di nuka ku setelahnya, besoknya jerawat muncul .
Sampai aku lulus SMA dan merantau temen alumni ngadain reuni dan bukber di tahun 2015 (aku baru oulang dari kalimantan dengan kondisi kulitku kering hitam dan jerawat pun banyak krn gapake skincare) ada salah satu temenku laki" dia dengan jahatnha bilang " apa sih jijik banget muka kyk gtu" tepat banget di depan muka ku dan ada 1 temen yang dnegar juga.
#PerasaanKu tentu
MALU √
SAKIT√
aku diam setelah itu, bener" diam smapai pulang dan nangis dikamar.
aku cerita hal ini ke temanku yang juga kenal dg laki" ini dia gak percaya anak itu ngomong segitu jahatnya sama aku 🥲 makin sakit rasanya dan aku menutup diri dari org" teman" SMA ku.
Yang bikin aku paling kepikiran dari kejadian itu bukan cuma kata "jijik" yang keluar dari mulut dia, tapi rasa kayak harga diriku langsung jatuh. Padahal aku datang reuni niatnya silaturahmi, temu kangen, eh malah pulang bawa luka batin. Setelah beberapa waktu aku sadar, kata-kata kayak "wajah jijik" itu lebih menggambarkan hati orang yang ngomong, bukan wajah kita. Karena kalau hati dia bersih, nggak mungkin sejahat itu ngehina muka orang di depan umum. Dari situ aku pelan-pelan belajar: standar cantik orang itu beda-beda, tapi standar kita nerima diri sendiri harus datang dari dalam. Aku sempat nggak pede selfie, apalagi upload foto No Makeup. Rasanya takut banget dinilai, takut orang komen hal yang sama. Tapi justru waktu aku coba berani posting foto wajah alami — kulit kering, bekas jerawat kelihatan, tanpa filter — banyak yang komen baik dan relate. Ternyata bukan cuma aku yang pernah dibilang jijik, banyak juga yang pernah dihina karena jerawat, muka kusam, atau warna kulit. Sekarang kalau lagi ke acara kumpul-kumpul atau reuni, aku punya beberapa cara biar mental lebih siap: 1. Pake skincare seadanya yang bikin aku nyaman, bukan buat nutupin semua "kekurangan". Fokus di kulit sehat, bukan kulit sempurna. 2. Latih respon kalau ada yang nyeletuk jahat. Misalnya cukup senyum dan bilang, "Oh iya lagi bermasalah, makasih perhatiannya" lalu geser topik. Nggak usah dibawa debat. 3. Pilih duduk bareng orang-orang yang bikin kita ngerasa dihargai. Kalau suasana udah nggak enak, nggak salah kok pelan-pelan izin pulang. Perjalanan nerima diri itu nggak instan. Ada hari dimana aku masih ngerasa jelek, ngerasa muka ini "nggak layak" dilihat. Tapi tiap kali rasa itu muncul, aku ingetin diri sendiri: wajahku bukan sesuatu yang jijik. Ini cuma kulit yang lagi berproses, dan aku tetap pantas dihargai. Buat kamu yang mungkin lagi cari-cari tentang "wajah jijik" karena pernah dibilang gitu juga, kamu nggak sendirian. Coba pelan-pelan sayang sama diri sendiri dulu. Rawat kulit seperlunya, boleh banget kalau mau ke dokter kulit, tapi jangan lupa rawat juga hati dan pikiran. Omongan orang itu lewat, tapi cara kita memandang diri sendiri yang akan menetap paling lama. Kalau ada yang berani bilang muka kamu jijik, jangan langsung percaya. Kamu jauh lebih berharga dari sekedar kondisi kulitmu sekarang.

sabar kaa... sambil oelan pelan diobatin dan kuatkan hati juga, semangat ka 💪🏼