lebih baik orang datang dikala sedih dan susah mu dari pada orang datang ketika senang mu saja, dari sini paham kan...
Dalam hidup, kita sering mengalami masa-masa sukacita maupun kesusahan. Dari pengalaman pribadi, saya belajar bahwa kehadiran seseorang di saat sulit memberikan dampak yang jauh lebih mendalam daripada saat suka cita biasa. Ketika kita mengalami kesedihan atau masalah, kehadiran teman atau keluarga yang benar-benar peduli bisa menjadi sumber kekuatan dan kenyamanan yang tak ternilai. Banyak orang mungkin hadir saat kita merayakan keberhasilan atau kebahagiaan, tapi belum tentu bisa bertahan di masa sulit. Oleh karena itu, penting untuk menghargai mereka yang tetap ada di saat kita mengalami cobaan. Saya pun menyadari bahwa kehadiran mereka memudahkan proses pemulihan emosional dan memberikan rasa dimengerti. Selain itu, dari sudut pandang psikologi sosial, dukungan sosial saat menghadapi stres berperan krusial dalam kesehatan mental. Teman yang datang saat kita susah adalah bentuk dukungan nyata yang menunjukkan empati dan perhatian, bukan sekadar basa-basi. Menjaga hubungan dengan orang-orang yang hadir di saat susah juga menjadi investasi emosional yang berharga. Ini mengajarkan kita pentingnya kejujuran dan keterbukaan dalam bermitra dengan sesama manusia. Saya menyarankan untuk lebih selektif dan menghargai orang-orang yang menunjukkan diri di momen-momen terpenting ini. Jadi, ketika kita merasa sepi atau terpuruk, ingatlah bahwa kehadiran seseorang di saat itu memiliki arti lebih dari sekadar slogan. Mereka adalah saksi dan penyemangat dalam perjalanan hidup kita yang paling menantang.

