Jadi selain susu uht bocilku kalau ke indo/alfa kadang suka minta beli jajan, kalau udah tunjuk ciki” aku gak kasih sih, tapi kadang sesekali boleh mereka ambil biskuit”an gitu, nah ini beberapa yg disuka :
1. Malkist
Yang disuka merk roma sama kong ghuan, aku prefer suruh ambil kong ghuan menurutku dia gak terlalu manis kayak si roma. Pernah coba yg hatari tp gak kemakan hehe
2. Pie bis monde
Pertama suka ini karna bentuknya love, ini ada taburan gula di atasnya
3. Snack beras serena dr monde
Rasanya asin gurih, krenyes”, lebih jarang ambil ini karna terlalu asin menurutku
4. Milna toddler
Ada varian keju dan coklat, anakku lebih suka yg keju, rasa susu dan kejunya enak gak eneg, bentuknya di tengah ada angka dia suka mainin angka” biskuitnya dlu baru di makan
... Baca selengkapnyaSebagai mamak yang bocilnya doyan ngemil, aku lumayan sering eksplor berbagai jenis biskuit buat anak. Bukan cuma soal rasa, tapi juga mikirin usia anak, tekstur, dan kondisi kesehatannya. Apalagi kalau lagi cari biskuit yang aman buat anak 1 tahun ke atas atau biskuit tawar/plain crackers yang bisa dimakan saat diare.
Kalau anak lagi diare, biasanya aku hindari dulu biskuit yang terlalu manis, terlalu berlemak, atau banyak krim. Aku lebih pilih biskuit tawar plain crackers yang rasanya cenderung hambar, sedikit asin, dan teksturnya gampang lumer di mulut. Biasanya aku padukan dengan teh tawar hangat atau oralit (sesuai saran dokter). Tapi penting banget: kalau diare nggak membaik, tetap harus dibawa ke dokter ya, biskuit cuma jadi selingan makanan, bukan obat utama.
Untuk anak 1 tahun ke atas, aku perhatikan komposisi di kemasan. Biasanya aku cari yang memang ditulis "biskuit bayi" atau "biskuit untuk balita", misalnya yang teksturnya lembut dan mudah lumer di mulut. Biskuit bayi yang bikin gemuk sebenarnya bukan fokusku, aku lebih cari yang ada fortifikasi vitamin dan mineral, gula tidak berlebihan, dan lemaknya nggak terlalu tinggi. Kalau mau bantu naikin berat badan, biasanya aku kombinasikan dengan susu atau makanan utama yang bergizi, bukan hanya mengandalkan biskuit.
Buat anak 4–5 tahun dan sudah sekolah, aku mulai siapkan biskuit sebagai bekal. Biasanya aku pilih biskuit anak sekolah yang praktis: kemasan kecil, nggak gampang remuk, dan nggak belepotan krim biar tas dan seragamnya aman. Biskuit plain tawar atau crackers sederhana juga sering jadi andalan karena nggak bikin enek dan bisa dimakan bareng susu UHT. Kadang aku selingi dengan biskuit rasa keju atau susu supaya mereka nggak bosan.
Soal biskuit sehat untuk anak, versiku adalah yang:
- Komposisinya jelas, ada keterangan usia (misalnya untuk anak 1 tahun ke atas).
- Tidak terlalu banyak gula dan garam.
- Tekstur sesuai usia (untuk bayi 6 bulan ke atas, biasanya harus yang benar-benar mudah lumer).
Untuk mamak yang lagi cari merk cemilan bayi 6 bulan, aku pribadi selalu konsultasi dulu ke dokter anak, karena di usia segitu biasanya masih fokus ke MPASI utama. Biskuit bayi kalaupun dikasih, cuma sebagai latihan tekstur, bukan cemilan utama.
Plain crackers atau biskuit tawar juga kepakai banget di rumahku. Selain buat bocil yang lagi nggak enak perut, aku juga suka jadikan sebagai camilan keluarga: dimakan bareng keju, selai, atau cuma dicelup teh hangat. Jadi satu jenis biskuit bisa kepakai untuk banyak kebutuhan.
Intinya, pilih biskuit untuk anak itu nggak perlu yang heboh banget, yang penting cocok di perut anak, sesuai usia, dan dikasih secukupnya. Camilan pakai biskuit tetap boleh, tapi jangan sampai menggantikan makanan utama. Mamak-mamak lain, biasanya stok biskuit apa di rumah buat anak-anak?