kami hanya sebatas kuli.
Bekerja sebagai kuli memang terlihat sederhana dari luar, namun tidak semua orang menyadari betapa berat risiko yang harus mereka hadapi. Pengalaman pribadi saya menunjukkan bahwa pekerjaan ini bukan hanya soal tenaga fisik, melainkan juga soal ketahanan mental dan kesabaran. Setiap hari, para kuli menghadapi berbagai tantangan mulai dari kondisi kerja yang minim fasilitas hingga potensi kecelakaan yang mengintai. Di lingkungan kerja yang kurang memadai, risiko cedera akibat alat berat atau kelelahan sering terjadi. Hal ini membuat saya dan banyak pekerja lain harus selalu waspada dan menjaga kesehatan sebaik mungkin agar tetap produktif. Meski terlihat sederhana, pekerjaan ini memerlukan keahlian khusus dan pemahaman mengenai keselamatan kerja yang seringkali diabaikan. Selain risiko fisik, stigma sosial juga kerap menimpa para kuli. Mereka sering dianggap sebelah mata karena profesinya yang dianggap kurang bergengsi. Padahal, jika kita melihat lebih dalam, kuli adalah tulang punggung yang membantu kelancaran berbagai kegiatan ekonomi, khususnya di sektor konstruksi dan logistik. Menurut pengamatan saya, penting bagi masyarakat untuk mulai menghargai setiap pekerjaan tanpa memandang status. Memberikan perhatian lebih pada kesejahteraan dan keselamatan kerja akan membuat para kuli merasa lebih dihargai dan termotivasi. Dengan begitu, mereka bisa bekerja dengan nyaman dan aman, meminimalisir risiko berat yang seringkali menjadi bayang-bayang dalam pekerjaan ini.