Hakikat manusia
Dekati ALLAH SWT#UAS
Dalam perjalanan hidup saya, memahami hakikat manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang mulia memberikan pandangan baru tentang eksistensi dan tanggung jawab saya. Sebagai makhluk yang tercipta dari tanah, manusia memiliki kedudukan istimewa yang tidak dimiliki oleh makhluk lain, termasuk malaikat. Hal ini ditegaskan dalam ilmu dan kisah yang sering saya dengar dari ceramah Ustaz Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., di mana dijelaskan bahwa derajat manusia bisa jauh lebih mulia asalkan ia mengikuti petunjuk Allah. Saya pernah merenungkan tentang sujud yang sering kita lakukan dalam ibadah. Ternyata, sujud bukan semata bentuk menyembah secara fisik, tapi lebih merupakan bentuk penghormatan terhadap Sang Pencipta. Saat malaikat bersujud kepada Adam sebagai tanda penghormatan, itu menunjukkan betapa manusia tersebut memiliki nilai lebih di mata Allah. Namun, jika manusia tidak menjalankan perintah Allah, maka derajatnya bisa menjadi lebih hina daripada binatang. Ini menegaskan pentingnya kita selalu berusaha mendekati Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan. Pengalaman pribadi yang paling berkesan adalah ketika saya merasa hidup ini seimbang saat saya mulai mendekatkan diri secara spiritual dan mengikuti ajaran Islam dengan sungguh-sungguh. Pahamilah bahwa manusia itu unik dengan potensi luar biasa untuk menjadi mulia jika mampu menjalani hidup sesuai dengan ketentuan Allah. Dengan demikian, pemahaman hakikat manusia bukan hanya soal asal-usul dan penciptaan, tapi juga sebuah panggilan agar kita terus berusaha menjadi versi terbaik dari diri kita dalam pandangan Allah SWT.



















