Raih ahirat saat yg lain sibuk dengan THr

3/13 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDi tengah gegap gempita persiapan THR dan aktivitas dunia jelang Lebaran, saya mulai menyadari betapa pentingnya memilih fokus yang tepat di bulan Ramadhan, terutama pada 10 hari terakhir yang penuh berkah. Saat orang-orang banyak disibukkan dengan urusan omset atau merencanakan mudik, saya mencoba memusatkan perhatian pada ibadah dan doa. Pengalaman pribadi saya, mengganti fokus dari urusan dunia ke mengejar akhirat membuat hati lebih tenang dan memperkuat keimanan. Saya rutin membaca tilawah Al-Qur'an dan memperbanyak ibadah sunnah, seperti shalat malam dan dzikir, apalagi di sepertiga malam terakhir. Doa yang dipanjatkan terasa lebih khusyuk dan penuh harap. Melakukan investasi spiritual ini, saya merasakan rahmat Allah yang lebih luas dan dukungan dari lingkungan sekitar. Meski dunia tidak berhenti berputar, dengan menjaga keseimbangan antara kebutuhan dunia dan persiapan akhirat di Ramadhan, kita dapat menghindari tekanan berlebih dan mendapatkan makna spiritual yang mendalam. Saya pun belajar bahwa beriman bukan hanya soal sibuk dalam ritual, tetapi juga membebaskan diri dari jeratan nafsu duniawi yang sering mengalihkan perhatian saat Ramadhan. Mengalihkan fokus dari bisnis dan target hari raya ke amal ibadah, kita membuka peluang untuk mendapat keberkahan dan ampunan di akhirat. Semangat dalam 10 hari terakhir ini, yang merupakan puncak dari Ramadhan, adalah saat terbaik untuk memperbanyak doa dan menunjukkan kesungguhan pada Allah SWT. Semoga pengalaman ini menginspirasi pembaca untuk menata ulang prioritas dan mendapatkan manfaat hakiki dari Ramadhan, bukan hanya sekadar THR dan persiapan dunia semata.