RAMADHAN BAHAGIA HARI KE -12
Doa Ramadhan Hari ke-12
Bismillah Allohumma sholi ala Sayyidina Muhammad
اللَّهُمَّ زَيِّنِّي فِيهِ بِالسِّتْرِ وَالْعَفَافِ، وَاسْتُرْنِي فِيْهِ بِلِبَاسِ الْقُنُوعِ وَالْكَفَافِ، وَاحْمِلْنِي فِيهِ عَلَى الْعَدْلِ وَالْإِنْصَافِ، وَآمِنِّي فِيْهِ مِنْ كُلِّ مَا أَخَافُ بِعِصْمَتِكَ يَا عِصْمَةَ الْخَائِفِينَ
Allâhumma zayyinnî fîhi bissatri wal 'afâf, wasturni fihi bilibâsil qunû'i wal kafâf, wahmilnî fihi 'alal 'adli wal inshaf, wa âminnî fihi min kulli mâ akhāfu, bi'ishmatika ya 'Ishmatal khâifin.
Ya Allah, hiasi aku di dengan pengampunan dan kesucian, tutupi aku dengan qana'ah dan rasa cukup, bawa aku pada keadilan dan keseimbangan, karuniakan rasa aman dari apa yang kutakutkan, dengan penjagaanMu wahai Yang Menjaga orang orang yang ketakutan.
Menjalani Ramadhan di hari ke-12 merupakan salah satu kesempatan berharga untuk memperdalam hubungan spiritual dengan Allah SWT. Saya sendiri merasakan betapa pentingnya berdoa dengan penuh kesungguhan dan pemahaman makna doa yang dipanjatkan. Doa di hari ke-12 Ramadhan ini sangat mengena bagi saya, karena berisi permohonan agar Allah menghiasi diri kita dengan pengampunan dan kesucian. Selain itu, doa ini juga memohon agar kita ditutupi dengan qana’ah, yaitu sikap merasa cukup dan bersyukur dengan apa yang telah diberikan, sehingga hati tidak mudah gelisah atau serakah. Hal ini sangat relevan di masa sekarang ketika banyak godaan untuk selalu menginginkan lebih. Yang paling berkesan bagi saya adalah bagian doa yang meminta keadilan dan keseimbangan dalam hidup, serta perlindungan dari ketakutan. Dalam keseharian, sering kali saya menghadapi rasa cemas tentang masa depan atau persoalan yang belum jelas penyelesaiannya. Melafalkan doa ini membuat saya merasa lebih tenang dan yakin Allah selalu menjaga dan memberi perlindungan bagi orang-orang yang takut dan khawatir. Bagi pembaca yang ingin mengamalkan doa ini, saya sarankan untuk melafalkannya dengan penuh penghayatan dan keyakinan, bukan sekadar membacanya. Anda bisa menjadikan momen doa ini sebagai refleksi diri, untuk memperbaiki sikap, menumbuhkan rasa syukur, dan meninggalkan segala ketakutan yang tidak perlu. Dengan demikian, Ramadhan menjadi waktu yang benar-benar membahagiakan dan memberkahi jiwa serta raga kita.